Page 575 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 NOVEMBER 2021
P. 575

Judul               Naik 1,09 Persen, Ini 7 Fakta Penting UMP 2022
                Nama Media          akurat.co
                Newstrend           Upah Minimum 2022
                Halaman/URL         https://akurat.co/naik-109-persen-ini-7-fakta-penting-ump-2022
                Jurnalis            Ekonomi
                Tanggal             2021-11-18 12:25:00
                Ukuran              0
                Warna               Warna
                AD Value            Rp 17.500.000

                News Value          Rp 52.500.000
                Kategori            Ditjen PHI & Jamsos
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Positif




              Ringkasan
              Pemerintah  melalui  Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemnaker)  telah  meresmikan  peraturan
              terkait  Upah  Minimum  tahun  2022.  Kemnaker  memastikan  bahwa  UMP  tahun  depan  akan
              mengalami penyesuaian. Peraturan ini disusun berdasarkan formula yang ada di UU Nomor 11
              Tahun 2020 terkait Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 terkait
              Pengupahan.



              NAIK 1,09 PERSEN, INI 7 FAKTA PENTING UMP 2022

              Pemerintah  melalui  Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemnaker)  telah  meresmikan  peraturan
              terkait  Upah  Minimum  tahun  2022.  Kemnaker  memastikan  bahwa  UMP  tahun  depan  akan
              mengalami penyesuaian. Peraturan ini disusun berdasarkan formula yang ada di UU Nomor 11
              Tahun 2020 terkait Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 terkait
              Pengupahan.

              Dilansir dari berbagai sumber, mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait UMP 2022.

              Dari hasil perhitungan penyesuaian nilai UMP dan UMK 2022 berdasarkan Badan Pusat Statistik,
              pemerintah  menyetujui  untuk  menaikkan  Upah  Minimum  Provinsi  tahun  2022  sebesar  1,09
              persen. Kenaikan ini disebut oleh Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial
              Tenaga Kerja, Indah Anggoro Putri sebagai rata-rata penyesuaian upah provinsi.

              Karena disebut sebagai rata-rata penyesuaian UMP 2022, maka Kemnaker menegaskan bahwa
              tidak semua provinsi akan naik dengan nilai yang sama yaitu 1,09 persen. Sedangkan terkait
              nilai naiknya upah provinsi sangat bergantung dari keputusan pemerintah daerah yang dipimpin
              oleh Gubernur.

              Dari pengumuman terkait UMP 2022 tersebut, Kemnaker juga menyebutkan bahwa ada empat
              dari 34 provinsi yang tidak akan mengalami penyesuaian upah karena upah minimum tahun
              2021 dari empat provinsi tersebut telah lebih tinggi dari Batas Atas upah minimum sehingga
              nilainya tidak lagi perlu dinaikkan. Empat provinsi tersebut adalah Sumatera Selatan, Sulawesi
              Utara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat.

                                                           574
   570   571   572   573   574   575   576   577   578   579   580