Page 571 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 NOVEMBER 2021
P. 571

Judul               Sekjend DEN KSBSI : Jokowi Harus Ingatkan Menteri Ketenagakerjaan
                                    untuk Berpihak pada Buruh Jelang Penetapan UM 2022
                Nama Media          inanews.co.id
                Newstrend           Upah Minimum 2022
                Halaman/URL         https://www.inanews.co.id/2021/11/sekjend-den-ksbsi-jokowi-harus-
                                    ingatkan-menteri-ketenagakerjaan-untuk-berpihak-pada-buruh-jelang-
                                    penetapan-um-2022/
                Jurnalis            Sonny
                Tanggal             2021-11-18 12:30:00
                Ukuran              0

                Warna               Warna
                AD Value            Rp 7.500.000
                News Value          Rp 22.500.000
                Kategori            Ditjen PHI & Jamsos
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Positif


              Ringkasan

              Setiap perusahaan memiliki kewajiban untuk memberikan upah kepada seluruh karyawannya
              sesuai dengan ketentuan upah minimum yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah setiap
              tahunnya. Pemerintah telah menetapkan upah minimum provinsi (UMP) tahun 2022 yang rata-
              rata naik hanya sebesar 1,09 persen. Dengan kenaikan yang dianggap sangat kecil tersebut,
              maka dipastikan serikat buruh akan mengajukan keberatan atas keputusan tersebut.



              SEKJEND DEN KSBSI : JOKOWI HARUS INGATKAN MENTERI KETENAGAKERJAAN
              UNTUK BERPIHAK PADA BURUH JELANG PENETAPAN UM 2022
              INAnews.co.id, Jakarta – Setiap perusahaan memiliki kewajiban untuk memberikan upah kepada
              seluruh  karyawannya  sesuai  dengan  ketentuan  upah  minimum  yang  telah  ditetapkan  oleh
              pemerintah daerah setiap tahunnya.

              Pemerintah telah menetapkan upah minimum provinsi (UMP) tahun 2022 yang rata-rata naik
              hanya  sebesar  1,09  persen.  Dengan  kenaikan  yang  dianggap  sangat  kecil  tersebut,  maka
              dipastikan serikat buruh akan mengajukan keberatan atas keputusan tersebut.

              Dalam  kesempatan  wawancara  khusus  pada  media  INAnews  pada  Kamis  (18/11/2021)  Dedi
              Hardianto selaku Sekjend DEN Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) secara tegas
              menolak  jika  Kementerian  Ketenagakerjaan  menggunakan  Peraturan  Pemerintah  (PP)  No.
              36/2021  tentang  Pengupahan  yang  merupakan  turunan  Undang  Undang  (UU)  No.  11/2020
              tentang Cipta Kerja (Ciptaker) sebagai dasar perhitungan penetapan UMP tahun 2022.
              Sebab, UU Ciptaker itu masih diuji materiil atau judicial review di Mahkamah Konstitusi. “Kalau
              judicial review dikabulkan berarti PP No. 36 gugur. Seharus pihak Kemnaker harus menghormati
              proses hukum yang sedang berlangsung. Sebaiknya Omnibus Law Ciptaker tidak bisa digunakan
              sebagai dasar perhitungan UMP tahun 2022,” kata dia.



                                                           570
   566   567   568   569   570   571   572   573   574   575   576