Page 568 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 NOVEMBER 2021
P. 568

PEMPROV SUMBAR PASTIKAN UMP 2022 NAIK

              Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) akan menaikkan nominal upah minimum
              provinsi (UMP) tahun  2022. Dewan Pengupahan Provinsi telah merekomendasikan UMP Sumbar
              yang dalam dua tahun terakhir satgnan pada angka 2,4 juta, bakal naik 1,58 persen seiring mulai
              tumbuhnya perekonomian daerah.

              Pelaksana  Tugas  (Pld)  Kepala  Dinas  Ketenagakerjaan  dan  Transmigrasi  (Disnakertrans)  99
              Harapannya tidak ada pro kontra terhadap penetapan UMP. Apalagi di masa pandemi Covid-19.
              Untuk satu hingga tiga tahun ke depan, kalau mengharapkan UMP naik signifikan, itu tidak bisa,
              karena kondisi kita masih terpengaruh pandemi, meskipun kasus sudah mulai turun.

              Kepala Disnakertrans Sumbar Sumbar, Yulitri Susanti mengatakan, Pemprov telah melakukan
              sejumlah tahapan dalam perumusan kenaikan UMP 2022. Saat ini, UMP Sumbar Rp2. 484,041,
              dan reneananya UMP yang baru akan diumumkan Gubernur pada 21 November 2021. "Saat ini,
              prosesnya tinggal memasukkan data. Keputusannya akan ditetapkan dalam minggu ini, namun
              dapat dipastikan UMP Sumbar akan naik. Formula penyesuaian upah minimum sudah dibahas
              bersama pihak terkait," kata Yulitri kepada Halvan, Rabu (17/11).

              Secara umum, ia menambahkan, penetapan UMP berdasarkan pertumbuhan ekonomidan inflasi
              suatu daerah, Badan Pusat Statik (BPS) Sumbar mencatat, pada Oktober 2021 mengalami inflasi
              sebesar  0,36  persen  atau  terjadi  kenaikan  indeks  harga  konsumen  (HK)  dari  105,27  pada
              September 2021, menjadi 105,65 pada Oktober 2021.

              Kemudian,  Yulitri  menambahkan,  besaran  UMP  juga  merujuk  paca  kondisi  masing-masing
              daerah, karena mengalami pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang berbeda tiap daerah. Nilai
              UMP  yang  akan  ditetapkan  akan  mengacu  pada  ketentuan  yang  berlaku  dari  Kementerian
              Tenaga Kerja (Kemenaker).

              'Yulitri mengimbau, agar masyarakat legawa akan keputusan UMP Sumbar 2022, sebab dalam
              kondisi pandemi Covid-19 ini, perekonomian daerah atau pun nasional dan global masih dalam
              roses pemulihan, Sehingga, dalam beberapa tahun ke depan kenaikan UMP Sumbar diperkirakan
              tidak  akan  naik signifikan,  "Harapannya  tidak  ada  pro  atau  kontra  tethadap penetapan  UMP
              nantinya. Apalagi di masa pandemi Covid-19. Untuk satu hingga tiga tahun ke depan, kalau
              mengharapkan  UMP  naik  signifikan,  ita  tidak  bisa,  karena  kondisi  kita  mi  terpengaruh  oleh
              pandemi, meskipun kasus sudah mulai turun," ujarnya, Sementara itu, Wakil Ketua Konfederasi
              Serikat  Pekerja  Seluruh  Indonesia  (KSPI)  Sumatra  Barat,  Armiati  mengatakan,  UMP  Sumbar
              tahun 2022 diperkirakan akan naik sebesar 1,58 persen, Hasil tersebut merupakan rekomendasi
              dari Dewan Pengupahan Provinsi.

              "Besaran  1,58  persen  adalah  angka  nominal  UMP  2022  yang  direkomendasikan  Dewan
              Pengupahan  Provinsi,  dan  kewenangan  mutlak  ada  pada  Gubernur.  Ini  merupakan  hasil
              perhitungan dari BPS, yang dihitung berdasarkan pertumbuhan ekonomi dan inflasi daerah,"
              kata Armiati, Rabu (17/11). miati berharap, agar UMP 2022 bisa ditetapkan lebih tinggi dari
              rekomendasi  yang  diberikan  oleh  Dewan  Pengupahan  Provinsi.  Mengingat,  pertumbuhan
              ekonomi Sumbar pada triwulan II berada pada angka 3,75 persen, dan terhitung lebih tinggi dari
              kenaikan yang direkomendasikan Dewan Pengupahan sebesar 1,58 persen.

              "Kira berharap, Gubernur selaku pemimpin daerah mampu memberikan kebijakan yang tepat.
              Dewan  pengupahan  punya  tugas  dan  fungsi  sebagai  pembahas  dapat  mengusulkan,  dan
              keputusan  tetap  ada  di  tangan  Gubernur,’ujar  Armia.  Adapun  Ketua  DPD  Konfederasi  SPSI
              Provinsi Sumbar, Arsukman Edi, berpendapat bahwa UMP sudah ditetapkan secara nasional oleh
              pemerintah pusat. Pihaknya pun sudah beraudiensi dengan Gubernur terkait kenaikan UMP 2022.



                                                           567
   563   564   565   566   567   568   569   570   571   572   573