Page 569 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 NOVEMBER 2021
P. 569

"Sebab rumus dan data sudah ada, tinggal tanda tangan saja oleh Presiden atau menterinya.
              Dewan Pengupahan tidak perlu lagi diberi tanggung jawab, tetapi tidak diberikan kewenangan,
              karena sudah ada ketetapan dan ketentuan dari pusat," katanya.

              Sebelumnya,  Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)  Ida  Fauziyah  meminta  Gubernur  di  setiap
              provinsi menetapkan dan mengumumkan UMP 2022 selambat-lambatnya pada 20 November
              2021 Permintaan yang disampaikan Menaker Ida itu terhitung maju satu hari dari aturan yang
              tertuang pada Peraruran Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, yaita
              pengumuman  UMP  tahun  berikutnya'  harus  disampaikan  setiap  tanggal  21  November  tahun
              berjalan.

              "Mengapa saya minta dimajukan, karena pada 21 November adalah hari libur nasional, maka
              enetapannya  harus  dilakukan  paling  lambat  1  hari  sebelumnya,  yaitu  tanggal  20  November
              2021," ujar Ida dalam konferensi pers virtual, Selasa (16/11).

              Selanjutnya,  Gubernur  juga  diminta  untuk  menetapkan  dan  mengumumkan  upah  minimum
              kabupaten/kota (UMK) setelah pengumuman UMP, atau paling lambat pada 30 November 2021.
              Ketentuan ini tidak berubah dari aturan pada PP 36/2021.

              Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian juga telah mengirimkan Surat
              Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri Nomor 561/6393/S} tentang Hal Penetapan Upah 'Minimum
              Tahun 2022, untuk mengingatkan para kepala daerah agar segera membuat keputusan.

              Selain  itu,  Menaker  Ida  mengklaim  bahwa  berbagai  data  untuk  perhitungan  formula  upah
              minimum telah diberikan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Data-data itu disebutkan
              bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS Di sisi lain, Kementerian Ketenagakerjaan sendiri telah
              mengumumkan rata-rata kenaikan, UMP 2022 secara nasional sebesar 1,09 persen. 'Namun,
              angka rillnya bisa berbeda-beda untuk setiap provinsi, sesiiai ketetapan dari gubernur masing-
              masing, Ida menyebutkan, ketentuan kenaikan UMP ini telah sesuai dengan Undang-Undang
              (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Ida menekankan, perhitungan upah minimum
              tahun depan sengaja menyesuaikan aturan baru, salah satunya dengan merujuk median upah
              karena ini merupakan standar yang berlaku secara internasional.

              "Karena  kondisi  upah  minimum  yang  terlalu  tinggi  tersebut  menyebabkan  sebagian  besar
              pengusaha  tidak  mampu  menjangkaunya  dan  akan  berdampak  negatif  terhadap
              implementasinya  di  lapangan,"  ucap  Ida  sebelumnya,  sebagaimana  dikutip  dari
              amindonesiacom. (a/mg-dat)



























                                                           568
   564   565   566   567   568   569   570   571   572   573   574