Page 648 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 NOVEMBER 2021
P. 648

Oleh sebab itu, FSPMI Jatim mendesak agar Gubernur, Khofifah Indar Parawansa tidak mengikuti
              SE Menteri Ketenagakerjaan. Sebab, dia yang mengerti kondisi ekonomi daerah yang dipimpinya.
              "Gubernur yang mengetahui kondisi ekonomi wilayahnya masing-masing. Ini artinya Gubernur
              tidak harus mengikuti SE Menaker yang menyesatkan dan memiskinkan buruh tersebut," kata
              dia.

              Sebab, kata dia, berdasarkan data yang dihimpun FSPMI, seharusnya UMP Jatim 2022, naik
              sebesar  13  persen.  Hal  tersebut  agar  para  buruh  dapat  memenuhi  kebutuhan  hidup  yang
              semakin naik.

              "Angka  13  persen  tersebut  didapat  dari  pertumbuhan  ekonomi  tahun  2021  Quartal  2  Jatim
              sebesar  7,07  persen  dan  asumsi  pertumbuhan  ekonomi  tahun  2022  sebesar  5,8  persen,"
              ucapnya.

              Nuruddin mengungkapkan, apabila Khofifah tetap menuruti SE Menteri Ketenagakerjaan, mogok
              kerja  tidak  dapat  dielakan.  Sebab,  Pemerintan  Provinsi  Jatim  juga  sempat  berjanji  bakal
              mempertimbangkan kenaikan UMP yang nilainya minim itu.

              "Apabila Gubernur tetap menggunakan SE Menaker serta mengabaikan komitmen yang telah
              dibuat  pada  tanggal  14  Oktober  2021,  maka  buruh  akan  melakukan  mogok  kerja  masal,"
              tutupnya.

              (ang/ted).















































                                                           647
   643   644   645   646   647   648   649   650   651   652   653