Page 160 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 MARET 2020
P. 160
Title ALASAN MENGEJUTKAN PELAKU PENCULIKAN ANAK ASAL PASURUAN
Media Name liputan6.com
Pub. Date 11 Maret 2020
Page/URL https://surabaya.liputan6.com/read/4199585/alasan-mengejutkan-pelaku-p enculikan-
anak-asal-pasuruan
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Surabaya Petugas gabungan dari Polda Jatim dan Polres Pasuruan Kota menangkap
pasangan suami istri (pasutri) yang bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI).
Keduanya diduga terlibat dalam penculikan anak asal Malaysia berusia tiga tahun. Pasutri
bernama Solikin dan Anita ini sempat membawa lari sang anak hingga ke Kota Pasuruan,
Jawa Timur selama empat bulan.
"Anak tersebut dibawa ke sini (Indonesia) melalui Selangor (Malaysia) oleh mereka,
(tersangka) AW dan S sejak Desember 2019," tutur Irjen Pol Luki Hermawan, Kapolda
Jatim, Rabu (11/3/2020).
Alasan penculikan anak menurut keterangan kedua tersangka adalah ingin meminjam
sang anak sebagai pancingan lantaran sudah tujuh tahun menikah tak kunjung
mendapatkan keturunan.
"Kedua tersangka dapat membawa lari sang anak lantaran saat di Malaysia mereka lah yang
mengasuhnya, sehingga, saat dibawa pergi, orangtua sang anak tidak curiga," kata Luki.
Namun setelah berpamitan, kedua tersangka ternyata tak pernah kembali lagi. Semula,
kedua tersangka masih bisa dihubungi via telepon. Namun, setelah itu nomor orangtua
korban diblokir.
"Karena itulah, orangtua si anak ini melaporkan kasus tersebut ke PDM (Polis Diraja
Malaysia), yang kemudian diteruskan ke kedutaan, selanjutnya diteruskan pada Kepolisian,"
ucap Luki.
Setelah dilakukan pelacakan, kedua tersangka diketahui berada di Desa Wates, Kecamatan
Lekok, Kota Pasuruan bersama dengan sang anak. Saat itu pula, keduanya langsung
ditangkap dan dibawa ke Mapolda Jatim.
Sementara, Solikin menolak disebut sebagai penculik, sebab ia telah minta izin kepada
majikannya untuk membawa pergi si anak. Akan tetapi, saat hendak kembali ke Malaysia,
visanya telah diblokir sehingga tidak bisa mengembalikan si anak. Terkait pemblokiran
nomor telepon, Solikin mengaku sengaja melakukannya.
"Memang saya blokir. Karena maaf, saya sering dimaki-maki," ujarnya.
Atas kasus dugaan penculikan anak ini, kedua tersangka pun dijerat dengan Undang-
Undang Perlindungan Anak dan anak yang menjadi korban penculikan akan dititipkan ke
balai perlindungan anak..
Page 159 of 175.

