Page 165 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 MARET 2020
P. 165
OMNIBUS LAW LANGGAR KONVENSI ILO, INDONESIA BISA KEHILANGAN SUBSIDI TARIF
Title
DAGANG DUNIA
Media Name rmol.id
Pub. Date 11 Maret 2020
https://politik.rmol.id/read/2020/03/11/424971/omnibus-law-langgar-kon vensi-ilo-
Page/URL
indonesia-bisa-kehilangan-subsidi-tarif-dagang-dunia
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Langkah pemerintah untuk menggenjot perekonomian Indonesia melalui omnibus
law RUU Cipta Kerja (Ciptaker) dinilai berpotensi terjadi pelanggaran.
Pakar: Tabrakan Kepentingan Dalam Menyatukan 79 UU Sulit Dibayangkan
Omnibus Law Ubah Uang Pesangon Jadi JKP, KSPI: Itu Mah Akal-akalan Pemerintah
Dari kacamata konfederasi buruh internasional yang tergabung dalam International
Trade Union Confederation Asia Pacific (ITUC-AP), ada dua poin dugaan
pelanggaran yang bisa digugat ke mahkamah internasional.
"Terkait omnibus law ini ada hal-hal yang mungkin dianggap konvensi sebagai hal
yang fundamental. Nomor 87 dan 98, terkait dengan kebebasan berserikat dan hak
untuk berunding bersama," ucap Sekretaris Jenderal ITUC-AP, Shoya Yoshida di
Hotel San Pacific, Jakarta, Rabu (11/3).
"Ini bisa menjadi subjek untuk diajukan ke komite pengawasan terkait dengan yang
ada di ILO (organisasi perburuhan internasional), terkait pelaksanaan omnibus law
ini karena melanggar 2 konvensi yang fundamental tersebut," sambungnya.
Sebagai lembaga buruh internasional, Shoya Yoshida mengaku siap mem- backup
tuntutan konfederasi serikat buruh di Indonesia mengenai omnibus law RUU
Ciptaker.
"Mungkin kawan-kawan kita di ITUC bisa meminta, misalnya Uni Eropa untuk bisa
menghambat atau menghilangkan GSP ( Generalize System of Preferences ). Ini
adalah preferensi yang diberikan satu negara ketika mereka mau melakukan
perdagangan," terang Shoya Yoshida.
"Ada preferensi misalnya tarif yang lebih rendah, subsidi tarif. Ini bisa dihilangkan
oleh Uni Eropa," tambahnya. Ia pun memeberikan contoh terkait pencabutan GSP
Uni Eropa kepada Kamboja. "Sebagai contoh 12 Februari kenarin Uni Eropa telah
mencabut GSP atau subsidi tarif kepada Kamboja," ucap Shoya Yoshida.
"Terkait dengan ini, ITUC global dan ITUC-AP ada di sini untuk membantu
mendukung afiliasi kita di sini, KSPI dan KSPSI. Jika kami diminta untuk
mendukung, maka kami ada di sini," pungkasnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO Tag: OMNIBUS LAW RUU CIPTAKER BURUH.
Page 164 of 175.

