Page 80 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 MARET 2020
P. 80
Sampai saat ini aksi mogok yang dilakukan oleh buruh PT AFI telah berlangsung
selama 18 hari. Namun, tak ada tanda-tanda bahwa perusahaan mereka mau
mengabulkan tuntutan para buruh.
Justru berdasarkan keterangan Sarinah, saat ini PT AFI merekrut karyawan baru
dengan iming-iming gaji sesuai dengan nominal yang mereka tuntut. Sarinah
merasa hal ini tidak benar karena pada saat mengajukan kenaikan upah, PT AFI
mengaku tak sanggup membayar.
Kenyataannya, pengusaha melakukan PHK kepada para buruh yang melakukan aksi
mogok dan merekrut pegawai baru dengan janji akan digaji sesuai dengan upah
yang mereka tuntut sebelumnya.
"Mereka bilang tuntutan upah buruh enggak masuk akal. Padahal kami sudah minta
agar upah dikembalikan saja seperti zaman 2014-2016, bukti suratnya ada.
Sekarang mereka rekrut tenaga kerja baru dengan tawaran upah golongan dua
seperti tuntutan kami. Bohong kalau enggak bisa bayar," tulis Sarinah.
Aksi mogok kerja akan terus dilakukan sampai tanggal 30 Maret 2020. Aksi tersebut
berlangsung sejak 21 Februari 2020.
Nasib Buruh Aice Tak Semanis Es Krimnya, Dipacu Kerja hingga Keguguran
Es krim merek Aice terkenal karena rasa manisnya yang enak. Tapi di balik itu
semua, ternyata nasib buruhnya tak semanis es krim.
Setidaknya, hal itulah yang dirasakan Arlini Aprilia (27) dan Dini Yulianti (23), dua
buruh perempuan yang bekerja di pabrik PT Alpen Food Industry.
Perusahaan yang memproduksi es krim berlabel Aice ini diduga melakukan
eksploitasi, hingga menyebabkan sejumlah buruh perempuan hamil mengalami
keguguran.
Dini Yulianti (23) mengakui pernah hamil dan keguguran sistem kerja di pabrik Aice.
Kala itu, usia kandungannya berjalan lima bulan.
Dia dipacu bekerja oleh mandor di bagian produksi. Suatu saat dia merasakan sakit
pinggang saat bekerja dan dilarikan ke IGD Rumah Sakit Kartika Husada, Setu,
Kabupaten Bekasi.
"Keguguran saat itu pada bulan Januari 2019," ujar wanita yang kini tengah
mengandung lagi dua bulan, di Aula Komite Solidaritas Perjuangan untuk Buruh
Aice, Kampung Telajung RT 01/09, Cikarang Barat, kepada Suara.com, Selasa
(3/3/2020).
Dini meyakini, janinnya keguguran karena tidak ada kebijakan perusahaan agar para
buruh perempuan yang hamil diperkenankan bekerja nonshift.
Page 79 of 175.

