Page 77 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 MARET 2020
P. 77
Title RUU CIPTAKER HARUS SEIMBANGKAN KEPENTINGAN INVESTOR DAN PEKERJA
Media Name sindonews.com
Pub. Date 11 Maret 2020
Page/URL https://nasional.sindonews.com/read/1553053/12/ruu-ciptaker-harus-seim bangkan-
kepentingan-investor-dan-pekerja-1583921784
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Draf Omnibus Law Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) yang
dibuat pemerintah banyak menuai kritikan dan juga masukan. Namun yang
terpenting, RUU Ciptaker ini harus menyeimbangkan antara kepentingan investor
dan juga pekerja agar iklim usaha pun menjadi baik.
"Investor pasti berkepentingan terhadap regulasi yang memudahkan dan cepat,
biaya murah untuk berbagai urusan seperti perizinan, tenaga kerja dan lainnya.
Kepentingan lainnya adalah jaminan keamanan investasi, juga keberlangsungan
usaha terjaga," ujar Dosen Ekonomi dan Keuangan FEBI UIN Bandung, Setia
Mulyawan saat dihubungi, Rabu (11/3/2020).
Sementara, Mulyawan melanjutkan kepentingan pekerja antara lain, upah yang
sesuai atau lebih baik dari standar hidup layak, dan jaminan keberlangsungan
bekerja juga penting diperhatikan agar iklim usaha pun menjadi kondusif.
"Pekerja juga butuh ketenangan, kenyamanan bekerja dan penghargaan atas masa
kerja. Tentu masih ada kepentingan-kepentingan lain, tapi secara umum jika ini
tercukupi ya iklim usaha secara umum akan kondusif," tutur Mulyawan.
Mulyawan melihat kedua kepentingan ini yang coba dipertemukan dalam RUU
Ciptaker. Karena, jika dilihat dari klaster draf-nya, RUU Ciptaker memang
mengakomodasi dua kepentingan ini meskipun diakuinya bahwa masih ada
beberapa poin yang dikritisi dan perlu diperbaiki.
Namun yang terpenting, kata Mulyawan, adalah semangat Omnibus Law dalam
mengatasi masalah pengangguran. RUU ini memang diharapkan mendorong dengan
cepat penambahan lapangan kerja, mengurangi pengangguran, lapangan kerja yang
sudah ada juga tidak berpindah ke negara lain yang lebih kompetitif.
"Ini kan catatan penting yang selama ini banyak dibicarakan. Sudah ada lapangan
kerja, terus pindah ke negara tetangga karena kita kalah kompetitif," tegasnya.
Page 76 of 175.

