Page 72 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 MARET 2020
P. 72

Title          PERSOALAN POKOK ATURAN MOGOK KERJA
               Media Name     detik.com
               Pub. Date      11 Maret 2020
               Page/URL       https://news.detik.com/kolom/4934688/persoalan-pokok-aturan-mogok-kerj a
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative













               Jakarta  -  Langkah PT Alpen Food Industry (AFI) dalam melakukan Pemutusan
               Hubungan Kerja (PHK) terhadap 620 buruhnya riuh di ruang publik. Berdasarkan
               keterangan perwakilan AFI, langkah ini ditempuh lantaran para buruh melakukan
               mogok kerja ilegal. Namun, pada sisi lain Juru Bicara Serikat Buruh pada
               perusahaan tersebut mengklaim bahwa mogok kerja sudah legal atau sah sesuai
               ketentuan perundang-undangan.

                Tentu saja, pihak perusahaan dan buruh punya alasan dan tolok ukurnya masing-
               masing dalam membenarkan tindakannya. Oleh sebab itu, lepas dari dualitas klaim
               yang mengemuka, artikel ini tidak dituliskan dengan maksud mencari, apalagi
               menelaah, klaim yang paling benar. Artikel ini lebih dihadirkan untuk memberi
               sebuah tawaran alternatif guna menyelesaikan persoalan di atas.


                Aturan yang Bermasalah  Perusahaan dalam relasinya dengan buruh menguasai
               secara absolut apa yang oleh Pierre Bourdieu dan Jean-Claude Passeron disebut
               sebagai "kapital sosial", yaitu ekonomi. Sebagaimana diamati Anthony Giddens
               dalam  New Rules of Sociological Method  (1976), kepemilikan atas kapital ini
               membuat kedudukan perusahaan menjadi dominan atas buruh, bahkan terlampau
               kuat.

                Sebaliknya, para buruh menjadi pihak yang rentan dan umumnya kehilangan posisi
               tawar atas perusahaan. Dominasi perusahaan begini merupakan gejala yang buruk.
               Pasalnya, dominasi memiliki kecenderungan untuk disalahgunakan. Dalam konteks
               relasi perusahaan dan buruh, ada amat banyak contoh-contoh penyalahgunaan
               dominasi ini di berbagai belahan dunia. Inilah salah satu sebab dihadirkannya
               mekanisme mogok kerja bagi para buruh.


                Bila bekerjanya mogok kerja dijelaskan dengan pendekatan strukturasi dari
               Anthony Giddens, maka ia merupakan modalitas, sekaligus fasilitas sosial. Dalam
               fungsi ini, mogok kerja bekerja untuk mencegah dominasi perusahaan atas buruh.
               Itulah sebabnya, sebagaimana ditegaskan oleh International Labor Organization
               (ILO), mogok kerja bukanlah aksi sosial semata. Lebih dari itu, mogok kerja
               merupakan hak mendasar, sekaligus sarana prinsipil bagi buruh dalam membela
               kepentingan-kepentingan ekonomi dan sosialnya.







                                                       Page 71 of 175.
   67   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77