Page 79 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 DESEMBER 2019
P. 79

Hal senada diungkapkan pihak Amnesty International Indonesia lewat Usman
               Hamid. "Tindakan kepolisian Hongkong terhadap Yuli merupakan bentuk pemolisian
               yang agresif. Tindakan itu melanggar kewajiban Pemerintah Hongkong di bawah
               standar maupun hukum internasional hak-hak asasi manusia," sebut Usman Hamid.

               Seperti diketahui, Yuli Riswati sudah 10 tahun bekerja di Hongkong. Dia juga
               merupakan aktivis sekaligus jurnalis warga yang kerap menuliskan kisah dan isu-isu
               buruh migran. Visa kerja Yuli memang habis masa berlakunya. Tetapi tak biasanya
               polisi Hongkong menangkap seseorang di tempat tinggalnya dan menahannya
               dalam penjara imigrasi sendirian.


               Terlebih, atasan atau majikan Yuli sudah menyatakan bahwa Yuli masih memiliki
               perjanjian kerja yang berlaku dan akan memperpanjang izin kerjanya. Biasanya, jika
               ada jaminan dari tempat kerja, imigrasi Hongkong akan memperpanjang izin kerja
               seorang buruh migran. Ada indikasi kuat pemerintah Hongkong menangkap,
               menahan, dan mendeportasi Yuli karena tulisannya di harian SUARA, yang
               mendukung aksi demontrasi Hongkong.

























































                                                       Page 78 of 82.
   74   75   76   77   78   79   80   81   82   83