Page 431 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 APRIL 2021
P. 431

12 April 2021 diadakan sidang lanjutan di Mahkamah Konstitusi. Dalam rangka mengawal sidang
              tersebut


              Ringkasan

              Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar aksi serentak di seluruh 20 provinsi
              kabupaten/kota. Di Kota Semarang, KSPI Jateng menggelar aksi demonstrasi di depan kantor
              Gubernur Jawa Tengah, pada hari Senin (12/4/2021) kemarin menuntut pembayaran Tunjungan
              Hari Raya (THR) 2021 secara penuh. Aksi ini dilakukan serentak dan terbatas di tempat-tempat
              yang  sudah  ditentukan,  antara  lain  gedung  Mahkamah  Konstitusi,  Kantor  Gubernur,  Kantor
              Bupati/Walikota dan pabrik/perusahaan masing-masing di seluruh Indonesia. Bagi Buruh yang
              tidak ikut dalam aksi lapangan tersebut mengikuti aksi secara virtual live streaming melalui Media
              KSPI.



              KSPI JATENG DEMO DI KANTOR GUBERNUR, INILAH TUNTUTAN PARA BURUH

              Semarang - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar aksi serentak di seluruh 20
              provinsi kabupaten/kota. Di Kota Semarang, KSPI Jateng menggelar aksi demonstrasi di depan
              kantor Gubernur Jawa Tengah, pada hari Senin (12/4/2021) kemarin menuntut pembayaran
              Tunjungan Hari Raya (THR) 2021 secara penuh.
              Aksi ini dilakukan serentak dan terbatas di tempat-tempat yang sudah ditentukan, antara lain
              gedung Mahkamah Konstitusi, Kantor Gubernur, Kantor Bupati/Walikota dan pabrik/perusahaan
              masing-masing di seluruh Indonesia. Bagi Buruh yang tidak ikut dalam aksi lapangan tersebut
              mengikuti aksi secara virtual live streaming melalui Media KSPI.
              Dalam aksi demo tersebut buruh mengajukan beberapa tuntutan termasuk pembayaran THR
              secara penuh.

              Selain  soal  THR,  Aulia  Hakim  selaku  Sekretaris  Jenderal  Perwakilan  Daerah  KSPI  Jateng
              menjelaskan tuntutan aksi meminta Hakim Mahkamah Konstitusi untuk membatalkan Omnibus
              Law  Undang-undang  Nomor  11  Tahun  2020  Tentang  Cipta  Kerja  khususnya  klaster
              Ketenagakerjaan,  pengusutan  tuntas  dugaan  korupsi  di  BPJS  Ketenagakerjaan  dan  meminta
              pemberlakukan UMSK tahun 2021.
              "Aksi ini dilaksanakan dengan taat mengikuti standar protokol kesehatan," kata Aulia Hakim,
              Senin (12/4/2021) kemarin.

              Aulia Hakim mengungkapkan, Omnibus Law Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 Cipta Kerja
              itu sejak awal pembentukannya sudah bermasalah.

              Ada  dua  hal  yang  penting  dipersoalkan,  kata  Aulia  Hakim,  pertama  proses  pembentukan
              perundang-undang yang tidak memenuhi syarat dan materi isinya yang bertentangan dengan
              nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Kedua, pembahasan terkesan tergesa-gesa dan dipaksakan
              seperti selayaknya kejar setoran.

              "Sehingga  setelah  ditandatangani  oleh  Presiden  Jokowi  dan  dilakukan  penomoran,  UU  Cipta
              Kerja ini masih ditemukan pasal satu dengan pasal lainnya yang tidak nyambung. Dan ini adalah
              kesalahan fatal.Sedangkan untuk klaster ketenagakerjaan banyak yang mendegradasi UUK 13
              tahun 2003. Keterjaminan pekerjaan, keterjaminan penghasilan dan perlindungan sosial (Job
              Security, Income Security, Social Security) yang semestinya menjadi tanggung jawab Negara
              justru menjadi hilang," terang Aulia.

                                                           430
   426   427   428   429   430   431   432   433   434   435   436