Page 41 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 JANUARI 2020
P. 41
Ida Fauziyah mengatakan pihaknya akan mengecek dan menyinkronkan antara
peraturan Qatar yang baru tentang pekerja migran dan ketentuan yang ada di
Indonesia. Kemnaker juga akan mendorong penempatan PMI di sektor formal yang
menguntungkan bagi PMI. "Sekarang, kita terus mencari job-job dan semi skills atau
professional yang tersedia di sana," ujar Menaker Ida.
Didampingi Plt Dirjen Binapenta dan PKK Aris Wahyudi dan Karo Kerja Sama Luar
Negeri (KLN) Indah Anggoro Putri, Menaker Ida menambahkan pihaknya juga akan
mengecek dan menyinkronkan antara regulasi di Qatar yang baru tentang pekerja
migran dengan ketentuan yang ada di Indonesia.
Jika hal ini membawa dampak yang baik kepada PMI, dari perlindungan maupun
finansial, Kemnaker akan mendorong penempatan tenaga kerja Indonesia ke Qatar
terutama pada sektor formal karena untuk sektor domestik masih moratorium
"Namun sebelum itu kita akan mengecek terlebih dahulu terkait jam kerja dan
perlindungan bagi tenaga kerja Indonesia di Qatar. Kita juga ingin pastikan
peningkatan kapasitas dan posisi diplomatik atase ketenagakerjaan di sana," kata
Menaker.
Untuk mengawal format tata kelola penempatan dan perlindungan PMI, Menteri Ida
Fauziyah menugaskan Aris Wahyudi, Indah Anggoro Putri dan Direktur Penempatan
dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (PPTKLN) Eva Trisiana, untuk
melakukan kunjungan balasan ke Qatar.
Dubes Basri menjelaskan dalam peraturan baru pemerintah Qatar melindungi
pekerja seperti pengemudi, tukang kebun, dan pekerja domestik. Selanjutnya diatur
pula penerapan 10 jam kerja setiap hari dan adanya libur sehari dalam sepekan.
"Adanya regulasi baru diharapkan mampu melindungi pekerja di Qatar tersebut
Page 40 of 51.

