Page 135 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 MEI 2020
P. 135

Title          BURUH SIAP MENGGUGAT BELEID MENAKER SOAL PENUNDAAN PEMBAYARAN THR
               Media Name     kontan.co.id
               Pub. Date      14 Mei 2020
                              https://insight.kontan.co.id/news/buruh-siap-menggugat-beleid-menaker- soal-
               Page/URL
                              penundaan-pembayaran-thr
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive







               Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) segera melayangkan gugatannya ke
               Pengadilan Tinggi Urusan Negara (PTUN) dan Mahkamah Agung (MA) perihal Surat
               Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan terkait dengan penundaan pembayaran THR.
               Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai, Surat
               Edaran Menaker Nomor M/6/HI.00.01/V/2020 yang mengatur tentang Tunjangan
               Hari Raya (THR) Tahun 2020 itu bertentangan dengan PP No 78 tahun 2015 tentang
               Pengupahan.

               PP 75/2020 tersebut mewajibkan pengusaha membayar THR selambat-lambatnya
               H-7 lebaran. "Perusahaan bahkan bisa dikenai denda 5% apabila terlambat
               membayar THR," terangnya kepada KONTAN, Rabu (13/5). Ada lima gugatan yang
               diajukan buruh:

               Pertama, meminta PTUN dan MA membatalkan Surat Edaran Menaker nomor
               M/6/HI.00.01/V/2020 agar dinyatakan tidak berlaku. Kedua,meminta PTUN dan MA
               menyatakan PP 78/2015 adalah sebagai dasar penetapan dan pembayaran THR bagi
               buruh di seluruh Indonesia. Ketiga,menolak pembayaran dilakukan dengan cara
               mencicil dan menunda. Keempat, meminta PTUN dan MA untuk memerintahkan
               Menaker memberikan sanksi administrasi dengan mencabut izin bagi perusahaan
               yang tidak membayar THR pada H-7 atau tidak membayar THR 100% bagi pekerja.
               Kelima, meminta pengusaha di seluruh Indonesia untuk membayar THR buruhnya.
               Baik yang masih bekerja maupun dirumahkan secara penuh paling lambat H-7.

               Direktur Pengupahan, Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan
               Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Ditjen PHI JSK) Kemnaker Dinar Titus Jogaswitani
               mengatakan, hingga saat ini belum ada perusahaan yang mengajukan penundaan
               atau mencicil THR pasca posko THR keagamaan mulai dibuka Senin 11 Mei.

               "Baru ada konsultasi seperti pekerja PKWT dan outsourcing. Apakah mereka
               mendapatkan THR. Juga pekerja yang dirumahkan apakah mendapatkan THR,"
               katanya, Rabu (13/5).

               Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta,
               Andri Yansyah menyebut hingga kini belum ada perusahaan yang minta penundaan.
               Kalaupun ada ia berharap tidak banyak. "Sampai saat ini belum ada," kata Andri
               kepada KONTAN, Rabu (13/5).





                                                      Page 134 of 231.
   130   131   132   133   134   135   136   137   138   139   140