Page 159 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 MEI 2020
P. 159

Title          PENGUSAHA KAGET TERANCAM DENDA 5 PERSEN KALAU TELAT BAYAR THR
               Media Name     cnnindonesia.com
               Pub. Date      14 Mei 2020
                              https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200514162626-92-503449/pengusah a-kaget-
               Page/URL
                              terancam-denda-5-persen-kalau-telat-bayar-thr
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive







               Jakarta - Para pengusaha mengaku kaget dengan ancaman denda yang mengintai
               jika mereka gagal membayarkan tunjangan hari raya ( THR ) tepat waktu sesuai
               aturan yang ditetapkan pemerintah.

               Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial
               Antonius J Supit mengaku tak tahu-menahu soal ketentuan denda yang harus
               dibayarkan jika pengusaha menunda bayar THR tahun ini.

               Ia mengira pemerintah dengan surat edaran Kementerian Ketenagakerjaan yang
               diterbitkan beberapa waktu lalu telah memberikan kelonggaran ke pengusaha yang
               tertekan penyebaran virus corona untuk menunda atau mencicil pembayaran THR
               dan meniadakan dendanya.

               "Bayar denda? Setahu saya diperbolehkan menunda pembayaran THR (lewat Surat
               Edaran Menteri Ketenagakerjaan)," ungkapnya kepada CNNIndonesia.com pada
               Kamis (14/5) sore.

               Anton menilai kalau denda tetap diberlakukan, pemerintah memberikan pilihan sulit
               untuk pengusaha. Bagai menelan buah simalakama, pengusaha tak punya banyak
               pilihan; mau bayar tak mampu tapi tak bayar kena denda.

               Ia mengaku sulit membayangkan bagaimana pengusaha yang usahanya beberapa
               bulan terakhir tertekan virus corona dapat membayarkan THR. Katanya, beban yang
               harus ditanggung pengusaha di luar THR sudah cukup berat.

               "Artinya itu terserah pemerintah maunya gimana. Mau bela hak karyawan oke juga
               tapi kalau perusahaan tidak punya dana dan mau bangkrut ya mau gimana?"
               katanya.

               Dia juga menyayangkan kebijakan yang menyamaratakan seluruh sektor usaha baik
               yang tengah berjaya mau pun yang terseok-seok akibat wabah virus corona.

               "Tidak bisa menyamaratakan (semua sektor) karena keadaan perusahaan dalam
               kondisi saat ini sektoril sangat berat, ada yang tak punya bank problem (masalah
               keuangan), ada juga yang mesti restrukturisasi," terangnya.

               Senada, Ketua Dewan Presidium Nasional (DPN) Bidang Ketenagakerjaan dan




                                                      Page 158 of 231.
   154   155   156   157   158   159   160   161   162   163   164