Page 77 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 MARET 2020
P. 77

Title          PEMERINTAH KAJI INSENTIF IURAN BPJS KETENAGAKERJAAN DEMI TANGKAL EFEK
                              CORONA
               Media Name     kontan.co.id
               Pub. Date      13 Maret 2020
               Page/URL       https://nasional.kontan.co.id/news/pemerintah-kaji-insentif-iuran-bpjs -ketenagakerjaan-
                              demi-tangkal-efek-corona
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive















               Pemerintah bakal membebaskan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)
               Ketenagakerjaan sebagai salah satu paket stimulus kedua guna meredam dampak
               virus corona terhadap ekonomi dalam negeri.

               Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso
               mengatakan rencana ini masih dalam tahap pembahasan. Ada dua skenario insentif
               BPJS Ketenagakerjaan antara lain pembebasan atau penundaan pembayaran iuran.

               "BPJS Ketenagakerjaan mengusulkan adanya pembebasan atau penundaan iuran
               beberapa program seperti jaminan kecelakaan kerja, hari tua, pensiun, dan
               kematian," kata Susiwijono di kantornya, Kamis (12/3).

               Adapun besaran iuran BPJS Ketenagakerjaan berkisar antara 0,24%-5,7% dari total
               upah yang diterima pekerja.

               Ekonom Institute for Development of Ekonomics and Finance (Indef) Enny Sri
               Hartati mengatakan bahwa pemerintah harus benar-benar mengkaji efektifitas dan
               efisiensi dari stimulus BPJS Ketenagakerjaan tersebut.

               Sebab, bila dibandingkan dengan rencana pembebasan atau penundaan Pajak
               Penghasilan (PPh) pasal 21, nilai iuran BPJS Ketenagakerjaan lebih tinggi. Dus,
               keseimbangan fiskal benar-benar perlu diperhatikan.

               Enny menerka mau tidak mau pembiayaan lewat surat utang perlu ditambah. Di sisi
               lain yield surat utang dalam negeri saat ini relatif lebih tinggi ketimbang negara lain.
               Sehingga bunga utang dan nilai utang pemerintah makin banyak.

               Indef memprediksi dengan sereteng relaksasi pemerintah untuk menghadapi
               dampak virus corona terhadap perekonomian akan membuat penerimaan negara
               semakin kecil di tahun ini bahkan sampai 2022.

               "Relaksasi memang dibutuhkan ketika ekonomi lesu, tapi konsekuensinya defisit




                                                       Page 76 of 89.
   72   73   74   75   76   77   78   79   80   81   82