Page 87 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 SEPTEMBER 2021
P. 87
Pelatihan ini, kata Budi, melibatkan 20 peserta negara anggota APO dan 30 peserta lokal.
“Pelatihan ini merupakan wadah bagi para calon asesor untuk berbagi pengetahuan serta
mengembangkan pemahaman mengenai APO-GPS 201 untuk GP Specialist dalam ruang lingkup
keahlian, keterampilan kerja, kode etik profesional dan proses sertifikasi," ujar Budi.
Budi menjelaskan, kegiatan pelatihan sertifikasi asesor spesialis produktivitas ramah lingkungan
ini merupakan kali pertama di Indonesia, sejak kedua organisasi menetapkan APO-GPS 201.
Skema APO-GPS 201 adalah sertifikasi yang dikembangkan dibawah program akreditasi APO.
APO-GPS 201 akan digunakan oleh 21 negara anggota APO untuk mengikuti pelatihan menjadi
spesialis dan asesor bidang green productivitymulti negara. "Di bawah skema ini, Certification
Body/CB (Lembaga Sertifikasi) harus melakukan verifikasi dokumen, pemeriksaan, asesmen
desktop, wawancara panel tatap muka, dan evaluasi laporan Green Productivity (GP) yang
diserahkan sebelum menerbitkan sertifikasi," kata Budi.
Dengan memahami APO-GPS 201, kata Budi, akan menjamin keberhasilan sertifikasi dan
mendukung Kemnaker selaku NPO (National Productivity Organization) sebagai Certification
Body. “Untuk itu, kami juga mengucapkan terima kasih kepada Sekretariat APO, para
narasumber, peserta, NPO Indonesia, dan juga pihak-pihak lain yang telah mendukung dan
menyukseskan program ini,” ujarnya.(*)
86

