Page 85 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 SEPTEMBER 2021
P. 85

Pakar  kebijakan  publik  Universitas  Trisakti,  Trubus  Rahardiansyah  mengungkapkan,  selama
              pandemi  ini  persoalan  terkait  dengan  korporasi  yang  bermasalah  secara  cash  flow  terus
              menumpuk, terutama UMKM dan pengusaha kecil lainnya. Tidak berhenti sampai situ, PHK juga
              menjadi permasalahan utama dengan angka pengangguran yang terus melonjak.

              "Sebenarnya  pemerintah  sudah  melakukan  upaya-upaya,  salah  satunya  dengan  melakukan
              stimulus kepada mereka-mereka yang mengalami PHK, tetapi yang realitas implementasinya di
              lapangan  tidak  efektif  dan  banyak  yang  inkonsisten,"  ucap  Trubus  saat  dihubungi  Warta
              Ekonomi, belum lama ini.

              Badan  Pusat  Statistik  (BPS)  pada  Mei  2021  merilis  catatan  mereka  terkait  kondisi  sektor
              ketenagakerjaan. Disebutkan, jumlah angkatan kerja pada Februari 2021 adalah 139,81 juta
              orang. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) periode yang sama sebesar 6,26 persen.

              BPS  juga  mencatat,  penduduk yang  bekerja  adalah  131,06  juta  orang. Sebanyak  78,14  juta
              orang atau 59,6 persen bekerja pada sektor informal. Tercatat 19,1 juta orang atau 9,3 persen
              penduduk usia kerja terdampak Covid-19.

              Dari jumlah itu, pengangguran karena Covid-19 berjumlah 1,62 juta orang, bukan angkatan kerja
              karena Covid-19 650 ribu orang, tidak bekerja karena Covid-19 sebanyak 1,11 juta orang, dan
              pekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19 mencapai 15,72 juta orang.
              Strategi  Kemenaker  Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemenaker)  memiliki  sejumlah  langkah
              strategis  dalam  perluasan  kesempatan  kerja.  Langkah-langkah  dilakukan  melalui  program
              Tenaga  Kerja  Mandiri  (TKM)  pemula  dengan  target  100.000  orang  dan  TKM  lanjutan  1.800
              orang.

              Upaya lainnya melalui Program Desmigratif (Desa Migran Produktif) dalam membangun usaha
              mandiri yang produktif. Program Desmigratif melibatkan peran aktif pemerintah desa dengan
              target 150 desa.
              "Desmigratif tidak hanya membantu masyarakat desa yang ingin bekerja ke luar negeri, namun
              juga dapat memperoleh pelayanan informasi usaha produktif melalui peran pemerintah desa,"
              ucap Menaker, Ida Fauziyah, secara virtual (25/8/2021), seperti dilansir dari Suara.com.

              Ida menjelaskan, saat ini, kemiskinan cenderung lebih tinggi pada daerah pedesaan, namun
              tingkat  pengangguran  lebih  tinggi  di  perkotaan.  Hal  ini  mengindikasikan  adanya  pekerja  di
              pedesaan  yang  sudah  bekerja  tapi  tingkat  pendapatannya  belum  mampu  memenuhi
              kebutuhannya.

              "Ini mengindikasikan, penduduk di pedesaan itu bekerja pada sektor pertanian informal," kata
              Menaker.

              Ia menambahkan, tingkat pengangguran dan kemiskinan di perkotaan, menurut kelompok umur
              tahun 2021, didominasi usia 15 hingga 19 tahun, yaitu sebesar 23,75 persen. Sedangkan tingkat
              pengangguran  perkotaan,  menurut  tingkat  pendidikan  2021,  ada  pada  jenjang  sekolah
              menengah kejuruan, sebesar 10,3 persen.

              "Kita perlu mengantisipasi tingkat kemiskinan di perkotaan, yang didorong oleh pengangguran
              muda terdidik," katanya.

              Ida mengungkapkan, tahun ini pihaknya juga membuka akses untuk meningkatkan pendapatan
              masyarakat  melalui  peningkatan  skill,  layanan  pasar  kerja,  dan  jaring  pengaman  sosial
              ketenagakerjaan melalui pelatihan vokasi dengan target 119 ribu 729 orang.



                                                           84
   80   81   82   83   84   85   86   87   88   89   90