Page 81 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 SEPTEMBER 2021
P. 81
Judul Jasad TKI yang hanyut di Sabah Malaysia ditemukan tertimbun pasir
Nama Media antaranews.com
Newstrend Kasus PMI di Malaysia
Halaman/URL https://www.antaranews.com/berita/2374902/jasad-tki-yang-hanyut-
di-sabah-malaysia-ditemukan-tertimbun-pasir
Jurnalis redaksi
Tanggal 2021-09-06 17:54:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen Binapenta
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
negative - Yohannes Solo (Kerabat Korban) Beliau (korban) ini nekat menyeberangkan mobilnya,
karena melihat dua mobil lainnya bisa melewati jembatan itu. Padahal air sungai semakin tinggi
akibat hujan yang sangat deras pada hari kejadian itu
negative - Yohannes Solo (Kerabat Korban) Mobil korban itu ditemukan pada hari itu, juga sudah
tertimbun pasir di sungai
Ringkasan
Jasad seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) yang dilaporkan hanyut akibat jatuh ke sungai saat
hujan deras di Inanam, Sabah, Malaysia akhirnya ditemukan tertimbun lumpur pada pencarian
hari ke-4, Senin, 6 September 2021 sekitar pukul 12.30 WITA. Yohannes Solo, kerabat korban
yang dihubungi via telepon selulernya pada Senin, membenarkan jasad TKI yang hanyut tersebut
telah ditemukan dalam kondisi tertimbun pasir dekat sebatang pohon di tepi sungai sekitar satu
kilometer dari lokasi penemuan mobilnya.
JASAD TKI YANG HANYUT DI SABAH MALAYSIA DITEMUKAN TERTIMBUN PASIR
Jasad seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) yang dilaporkan hanyut akibat jatuh ke sungai saat
hujan deras di Inanam, Sabah, Malaysia akhirnya ditemukan tertimbun lumpur pada pencarian
hari ke-4, Senin, 6 September 2021 sekitar pukul 12.30 WITA.
Yohannes Solo, kerabat korban yang dihubungi via telepon selulernya pada Senin, membenarkan
jasad TKI yang hanyut tersebut telah ditemukan dalam kondisi tertimbun pasir dekat sebatang
pohon di tepi sungai sekitar satu kilometer dari lokasi penemuan mobilnya.
TKI yang hanyut tersebut bernama Simon Sanga Tupe (68) asal Pulau Adonara, Kecamatan Ile
Boleng, Kabupaten Flores Timur, NTT. Korban telah bekerja di Sabah, Malaysia sejak 45 tahun
80

