Page 84 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 SEPTEMBER 2021
P. 84

PANDEMI, PPKM, DAN SULITNYA AKSES PEKERJAAN

              Leni Wandira (22) baru saja menyelesaikan pendidikannya di Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
              (IISIP) Jakarta pada Juli tahun 2021 ini. Namun, kini dia dilanda kebingungan lantaran belum
              mendapat panggilan dari beberapa perusahaan yang dilamar.

              Padahal,  sudah  puluhan  surat  lamaran  yang  ia  kirim  ke  perusahaan  impian  lewat  beragam
              platform lowongan kerja. Namun percobaan kesekian kalinya ini belum juga membuahkan hasil.

              Terakhir  kali  ia  melakukan  wawancara  dengan  perusahaan  aplikasi  penyedia  layanan
              transportasi, Gojek. Namun sayangnya hingga kini, kabar baik yang ia harapkan dari perusahaan
              tersebut tak kunjung sampai.

              Rasa  kepercayaan  dirinya  menurun,  bahkan  ia  mulai  putus  asa.  Berkali  kali  melamar  kerja,
              mengirim berkas, wawancara, lalu hilang tidak ada kabar. Padahal, ia begitu mengidam-idamkan
              pekerjaan  impiannya,  apalagi  kini  ia  memiliki  beban  finansial  atas  hidupnya  setelah
              menyelesaikan pendidikan.

              "Saat ini sambil mencari pekerjaan aku terus ikut workshop atau kelas untuk menambah skill
              tertentu. Karena dunia pekerjaan itu keras, jadi harus tambah kualifikasi agar setidaknya bisa
              dilirik HRD saat melamar," terang Leni.

              Tak cuma Leni, Akmal Izzaty (24), lulusan dari sekolah penerbangan AMA Delta Air di Filipina,
              juga masih berjuang mencari pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasinya. Namun mimpinya
              sebagai pilot Cessna 172 harus tertunda entah sampai kapan akibat pandemi yang merebak di
              seluruh dunia.

              Ia harus rela mengambil pekerjaan apa pun meski tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan
              dan impiannya. Bahkan jika upah dari pekerjaan tersebut tak sebanding dengan beban kerjanya.
              "Ya cuman itu kalau misalnya dapat dari situ (pekerjaan di bidang lain) biasanya gajinya itu
              enggak sebanding sama pekerjaannya," ungkap Akmal.

              Ia berkisah selama sebulan belakang ini sudah mencoba melamar di tiga tempat. Beruntung,
              Akmal bisa bekerja di sebuah perusahaan startup digital marketing di bagian administrasi, tapi
              keberuntungannya hanya sebatas itu. Tak lama ia bekerja, perusahaan tersebut harus gulung
              tikar terhantam oleh pandemi.

              "Lapangan pekerjaan lebih sedikit gara-gara pandemi. Jadi, supply demand -nya enggak imbang.
              Perusahaannya banyak, cuma penyerapan untuk pekerjaannya sedikit, ditambah lagi pandemi,
              jadi susah mencari pekerjaan sekarang ini," bebernya.

              Pengangguran Tinggi

              Sulitnya  mencari  pekerjaan  di  tengah  pandemi,  terutama  saat  PPKM  sekarang  ini,  ternyata
              memang wajar. Mengutip survei Bank Indonesia (BI), pada Juli 2021, Indeks Kondisi Ekonomi
              (IKE) tercatat 67,1. Jauh lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 90,3.

              IKE sendiri dibentuk oleh tiga komponen, yaitu Indeks Penghasilan Saat Ini, Indeks Ketersediaan
              Lapangan Kerja, dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama. Ketiganya melemah dan semakin
              jauh dari angka 100.
              Namun yang mengalami penurunan paling dalam adalah Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja
              dengan koreksi mencapai 30,3 poin. Artinya, masyarakat berpandangan mencari kerja di tengah
              situasi PPKM semakin sulit.


                                                           83
   79   80   81   82   83   84   85   86   87   88   89