Page 130 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 DESEMBER 2019
P. 130

"Setelah kontrak habis saya mendapat uang 14.335 real dan saya kembali ke
               Syarikah Rent Riyad untuk minta dipulangkan ke Cianjur. Namun pihak agen
               menolak dan meminta saya kembali bekerja," katanya.


               Namun dia menolak karena kontrak habis dan ingin segera bekumpul dengan
               keluarga yang sudah ditinggalkan selama dua tahun di Cianjur. Pihak agen yang
               marah menyekap Elis hingga 23 hari, uang gaji semua dirampas termasuk perhiasan
               dan pakaian 1 koper.

               "Saya mencari kesempatan untuk dapat pulang ke Indonesia, hingga akhirnya saya
               ditawari pekerjaan dan saya terima. Namun gaji saya yang dirampas agen hanya
               dikembalikan setengah," katanya.

               Saat bekerja pada majikan yang baru itulah, Elis dapat berkomunikasi dengan
               berbagai pihak termasuk KBRI di Riyadh, namun tidak mendapat respons. Hingga
               akhirnya dibantu pengiat TKI di negara tersebut dan dibawa ke KBRI.

               "Saya disuruh membuat pernyataan karena ingin pulang, namun saya tidak boleh
               menuntut hak saya yang masih ada disyarikah sebesar 7.435 riyal. Karena ingin
               pulang saya sanggupi," katanya.

               Setelah sampai di kampung halamannya di Cianjur, Elis atas saran keluarga
               meminta bantuan Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia (Astakira) Pembaharuan Cianjur,
               untuk memperjuangkan haknya dan paspor yang ditahan orang KBRI.

               Ketua Astakira Pembaharuan Cianjur, Ali Hildan, menyangkan perlakuan dari
               Syarikah dan KBRI karena korban sempat ditahan untuk pulang dan disuruh bekerja
               dengan upah yang ditahan.

               Korban sudah membuat surat kuasa, sehigga kami akan memperjuangkan haknya
               yang belum dibayarkan syarikah serta mengambil kembali paspornya yang ditahan
               orang suruhan KBRI," katanya.

               Selama ini, ungkap dia, KBRI jarang memberikan penjelasan terkait proses TKI
               Elisa, bahkan sampai Elis dapat dipulangkan ke tanah air. Sehingga pihaknya akan
               menghubungi KBRI Riyad-Arab Saudi untuk mengutamakan perlindungan terhadap
               TKI.


               "Kami akan terus berupaya untuk perjuangkan hak TKI tersebut, bahkan kami akan
               tembuskan laporan ke Presiden RI, ketika TKI bermasalah KBRI dapat memberikan
               bantuan dan perlindungan maksimal," katanya.


               Pewarta: Ahmad Fikri  Editor: Ahmad Buchori  COPYRIGHT (c)2019  .












                                                      Page 129 of 176.
   125   126   127   128   129   130   131   132   133   134   135