Page 44 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 DESEMBER 2019
P. 44

Utoh pun menyampaikan, kenaikan manfaat tersebut nantinya akan BP Jamsostek
               umumkan bersama dengan Kementerian Ketenagakerjaan.


               Sedangkan Agus Santoso mengatakan, pergantian julukan ini tidak akan mengubah
               jalur visi dan misi. Menurutnya, BP Jamsostek akan tetap berpegangan pada tujuan
               utama yaitu memberikan kesejahteraan kepada masyarakat Indonesia melalui
               berbagai perlindungan yang diberikan kepada para pekerja.


               Saat ini, BP Jamsostek memberikan banyak jaminan kepada para pekerja yang
               merupakan warga negara Indonesia. untuk Pekerja Penerima Upah (PU) atau setiap
               orang yang bekerja dengan menerima gaji, upah, atau imbalan dalam bentuk lain
               dari pemberi kerja, BP Jamsostek memberikan jaminan kecelakaan kerja, jaminan
               kematian jaminan, jaminan hari tua dan jaminan pensiun.

               Sedangkan untuk pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) atau pekerja yang
               melakukan kegiatan atau usaha ekonomi secara mandiri untuk memperoleh
               penghasilan dari kegiatan atau usahanya, BP Jamsostek memberikan jaminan
               kecelakaan kerja, jaminan kematian dan jaminan hari tua.

               Agus menjelaskan, BP Jamsostek telah melalui banyak tantangan selama
               menjalankan tugasnya selama 42 tahun ini. "Bisa mencapai 42 tahun perjalanan,
               saya kira hal itu didukung atas kerja sama semua pihak, termasuk dukungan
               stakeholder kami, kami memiliki 325 kantor cabang di seluruh Indonesia,"
               ungkapnya.

               Meskipun, sudah ada 52 juta peserta BPJS Ketenagakerjaan yang terdaftar.
               Menurutnya masih jauh dibelakang Singapura dan Malaysia, maka perlu untuk
               meningkatkan pengelolaan, agar sesuai dengan regulasi yang ada.

               Harapan Pekerja


               Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan,
               mewakili para buruh, ia tidak setuju dengan digantinya BPJS Ketenagakerjaan
               menjadi BP Jamsostek.


               "Ya tidak bisa karena dalam UU No. 24 Tahun 2011, tentang BPJS hanya dikenal
               nama BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, jadi kalau mau ubah nama BPJS
               maka harus diubah UU BPJS nya dulu," kata Said, saat dihubungi Liputan6.com.

               Terkait evaluasi layanan BPJS selama ini, KSPI belum mendapatkan data yang cukup
               untuk mengevaluasi kinerja BPJS. Begitu pula dengan bergantinya nama tersebut, ia
               mengungkapkan tidak ada hubungannya dengan kinerja BPJS.


               Untuk ke depannya ia berharap, agar BPJS patuh terhadap Undang-Undang Sistem
               Jaminan Sosial Nasional (SJSN).


               Ketua Umum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi
               menanggapi panggilan baru BPJS Ketenagakerjaan menjadi BP Jamsostek .





                                                       Page 43 of 176.
   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49