Page 45 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 DESEMBER 2019
P. 45
Menurutnya, hal ini dilakukan karena BPJS Ketenagakerjaan tidak ingin terkena
imbas penilaian masyarakat terhadap BPJS Kesehatan yang notabene bernada
negatif.
"Mungkin tujuan mengganti nama biar nggak mislead dengan BPJS Kesehatan
karena familiarnya orang menyebut BPJS Kesehatan hanya dengan BPJS saja,"
ujarnya melalui pesan singkat kepada Liputan6.com.
Terlepas dari itu, Tulus berharap jika adanya panggilan baru ini jangan sebatas
ganti "casing", alias hanya diganti luarnya saja.
"Yang penting pelayanan pada pekerja harus ditingkatkan, dan lebih banyak
memberikan benefit pada pekerja. Kalau ganti nama tapi efeknya bagi pekerja sama
saja, ya untuk apa?" tuturnya.
Fungsi Berbeda
Pengamat Ketenagakerjaan Aloysius Uwiyono berpendapat, perubahan nama
panggilan dari BPJS Ketenagakerjaan menjadi BP Jamsostek tidak ada pengaruhnya.
Sebab menurutnya, fungsi BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan sendiri telah
berbeda, sehingga persepsi masyarakat terhadap keduanya pun telah terbentuk.
"Menurut saya tidak ada pengaruhnya. Karena BPJS Ketenagakerjaan sendiri sudah
berbeda dengan BPJS Kesehatan yang khusus menangani orang-orang yang kurang
mampu, yang iurannya ditanggung pemerintah," kata Aloysius kepada
Liputan6.com.
Sedangkan di sisi lain, BPJS Ketenagakerjaan dikhususkan untuk menangani mereka
yang mempunyai hubungan kerja dengan pihak pengusaha.
"Jadi misalnya seorang pekerja tunduk pada BPJS Ketenagakerjaan. Kalau nanti ia
kena pemutusan hubungan kerja, setelah 6 bulan PHK ia belum dapat pekerjaan,
maka ia otomatis akan menjadi peserta BPJS kesehatan, bukan perserta BPJS
Ketenagakerjaan lagi," tuturnya.
Page 44 of 176.

