Page 168 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 FEBRUARI 2020
P. 168
BPJamsostek juga mendorong kepesertaan pekerja Bukan Penerima Upah (BPU)
dan Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) melalui inisiatif PERISAI (Penggerak
Jaminan Sosial Indonesia), sebuah inovasi perluasan kepesertaan dengan skema
keagenan. Terhitung sejak 2017 sampai dengan akhir Desember 2019, PERISAI ini
telah berkontribusi positif terhadap kepesertaan sebesar 1,1 juta peserta dengan
total iuran Rp159,2 miliar yang dilakukan oleh 6.241 PERISAI aktif yang tersebar di
seluruh Indonesia.
Selain fokus pada pekerja di dalam negeri, BPJamsostek juga memberikan
perlindungan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI). Perlindungan kepada para
PMI ini dimulai sejak masa persiapan kerja, penempatan kerja, hingga kembali ke
tanah air selepas kontrak kerja berakhir.
BPJamsostek terus berupaya melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para PMI
agar menyadari pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dalam
melakukan pekerjaan sehari-hari. Terhitung Desember 2019, sebanyak 544,5 ribu
PMI telah terlindungi oleh program BPJamsostek dengan nilai iuran mencapai Rp
101,8 miliar.
Kinerja Pengelolaan Dana
Dari sisi penerimaan iuran, sepanjang tahun 2019 BPJamsostek berhasil
membukukan penambahan iuran sebesar Rp 73,1 triliun. Iuran tersebut ditambah
pengelolaan investasi berkontribusi pada peningkatan dana kelolaan mencapai Rp
431,9 triliun pada akhir Desember 2019. BPJamsostek juga mencatatkan hasil
investasi sebesar Rp 29,2 triliun, dengan Yield on Investment (YOI) yang didapat
sebesar 7,34 persen atau lebih tinggi dari kinerja IHSG yang mencapai 1,7 persen.
Agus mengutarakan investasi BPJamsostek dilaksanakan berdasarkan PP No. 99
tahun 2013 dan PP No. 55 tahun 2015, yang mengatur jenis instrumen-instrumen
investasi yang diperbolehkan berikut dengan batasan-batasannya. Ada juga
Peraturan OJK No 1 tahun 2016 yang juga mengharuskan penempatan pada Surat
Berharga Negara sebesar minimal 50 persen.
"Untuk alokasi dana investasi, BPJamsostek menempatkan sebesar 60 persen pada
surat utang, 19 persen saham, 11 persen deposito, 9 persen reksadana, dan
investasi langsung sebesar satu persen", tuturnya.
"Kondisi pasar investasi global dan regional tentunya memiliki pengaruh pada hasil
investasi yang diraih oleh industri jasa keuangan pada tahun 2019, terutama
asuransi. Tapi kami telah mengalihkan mayoritas portofolio pada instrumen fixed
income hingga mencapai 71 persen dari total portofolio, sehingga tidak terpengaruh
langsung dengan fluktuasi IHSG", ujar Agus
Dana terjamin
Page 167 of 186.

