Page 164 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 FEBRUARI 2020
P. 164

kepada kepala daerah dan provinsi yang telah memberikan dukungan penuh
               terhadap pelaksanaan program perlindungan jaminan sosial oleh BPJamsostek.

               BPJamsostek juga mendorong kepesertaan pekerja Bukan Penerima Upah (BPU)
               dan Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) melalui inisiatif PERISAI (Penggerak
               Jaminan Sosial Indonesia), sebuah inovasi perluasan kepesertaan dengan skema
               keagenan.

               Terhitung sejak 2017 sampai dengan akhir Desember 2019, PERISAI telah
               berkontribusi positif terhadap kepesertaan sebesar 1,1 juta peserta dengan total
               iuran Rp159,2 miliar yang dilakukan oleh 6.241 PERISAI aktif yang tersebar di
               seluruh Indonesia.

               Selain fokus pada pekerja di dalam negeri, BPJamsostek juga memberikan
               perlindungan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI). Perlindungan kepada para
               PMI ini dimulai sejak masa persiapan kerja, penempatan kerja, hingga kembali ke
               tanah air selepas kontrak kerja berakhir. BPJamsostek terus berupaya melakukan
               sosialisasi dan edukasi kepada para PMI agar menyadari pentingnya perlindungan
               jaminan sosial ketenagakerjaan dalam melakukan pekerjaan sehari-hari. Terhitung
               Desember 2019, sebanyak 544,5 ribu PMI telah terlindungi oleh program
               BPJamsostek dengan nilai iuran mencapai Rp101,8 miliar.

               Kinerja Pengelolaan Dana Dari sisi penerimaan iuran, sepanjang tahun 2019
               BPJAMSOSTEK berhasil membukukan penambahan iuran sebesar Rp73,1 triliun.
               Iuran tersebut ditambah pengelolaan investasi berkontribusi pada peningkatan dana
               kelolaan mencapai Rp431,9 triliun pada akhir Desember 2019. BPJAMSOSTEK juga
               mencatatkan hasil investasi sebesar Rp29,2 triliun, dengan Yield on Investment
               (YOI) yang didapat sebesar 7,34 persen atau lebih tinggi dari kinerja IHSG yang
               mencapai 1,7 persen.

               Agus mengutarakan investasi BPJAMSOSTEK dilaksanakan berdasarkan PP No. 99
               tahun 2013 dan PP No. 55 tahun 2015, yang mengatur jenis instrumen-instrumen
               investasi yang diperbolehkan berikut dengan batasan-batasannya. Ada juga
               Peraturan OJK No. 1 tahun 2016 yang juga mengharuskan penempatan pada Surat
               Berharga Negara sebesar minimal 50 persen.

               "Untuk alokasi dana investasi, BPJAMSOSTEK menempatkan sebesar 60 persen pada
               surat utang, 19 persen saham, 11 persen deposito, 9 persen reksadana, dan
               investasi langsung sebesar 1 persen," tuturnya.

               "Kondisi pasar investasi global dan regional tentunya memiliki pengaruh pada hasil
               investasi yang diraih oleh industri jasa keuangan pada tahun 2019, terutama
               asuransi. Tapi kami telah mengalihkan mayoritas portofolio pada instrumen fixed
               income hingga mencapai 71 persen dari total portofolio, sehingga tidak terpengaruh
               langsung dengan fluktuasi IHSG," ujar Agus Agus juga memastikan dana pekerja
               terjamin kemanannya dan dikelola dengan baik, karena BPJAMSOSTEK hanya
               menempatkan dana investasi sesuai regulasi dan menekankan pada kehati-hatian



                                                      Page 163 of 186.
   159   160   161   162   163   164   165   166   167   168   169