Page 159 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 FEBRUARI 2020
P. 159
untuk mendapatkan return yang optimal.
Agus mencontohkan pada investasi saham, mayoritas merupakan saham kategori
Blue Chip atau LQ45 yang mencapai sekitar 98%. Namun ada juga saham yang
pernah di LQ45, namun sudah keluar, seperti antara lain saham PGAS dan ANTM.
Jumlah saham non LQ45 tersebut hanya sekitar 2% besarannya dari total portofolio
saham BPJAMSOSTEK.
"Untuk saham, BPJAMSOSTEK hanya berinvestasi pada emiten BUMN, emiten
dengan saham yang mudah diperjualbelikan, berkapitalisasi besar, memiliki likuiditas
yang baik dan memberikan deviden secara periodik. Tentunya faktor analisis
fundamental dan review risiko menjadi pertimbangan utama dalam melakukan
seleksi emiten. Jadi tidak ada investasi di saham yang biasa disebut saham
gorengan," tegas Agus.
Agus juga menjelaskan dengan kinerja pengelolaan dana tersebut, sebagai Badan
Hukum Publik yang bersifat Nirlaba, seluruh hasil pengelolaan dana dikembalikan
kepada peserta. Sehingga BPJAMSOSTEK dapat memberikan hasil pengembangan
Jaminan Hari Tua (JHT) kepada pesertanya mencapai 6,08% p.a.
Kinerja Pelayanan Sementara itu, dalam segi kinerja pelayanan sepanjang tahun
2019, pembayaran klaim atau jaminan yang dikucurkan BPJAMSOSTEK mengalami
peningkatan sebesar 21,2% atau mencapai Rp 29,2 triliun. Dengan rincian klaim
untuk Jaminan Hari Tua (JHT) mencapai Rp 26,6 triliun untuk 2,2 juta kasus,
Jaminan Kematian (JKM) sebanyak 31,3 ribu kasus dengan nominal sebesar Rp
858,4 miliar, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebanyak 182,8 ribu kasus dengan
nominal sebesar Rp1,56 triliun, dan Jaminan Pensiun (JP) sebanyak 39,7 ribu kasus
dengan nominal sebesar Rp 118,33 miliar.
"Sepanjang Tahun 2019, program JKK juga melaksanakan manfaat RTW kepada
901 orang peserta dimana sebanyak 748 orang sudah kembali bekerja," imbuh
Agus.
Selain itu, manfaat Return to Work (RTW) dari program JKK memastikan pekerja
yang mengalami cacat sebagian tetap untuk mendapatkan kesempatan untuk
bekerja lagi, baik dengan keterampilan baru, ataupun posisi yang baru dimana
disabilitas yang diderita tidak mengganggu produktivitas kerja sehari-hari.
"Untuk manfaat JKK-RTW ini, BPJAMSOSTEK tidak tanggung-tanggung memberikan
manfaat sampai sembuh untuk pekerja yang mengalami kecelakaan kerja tanpa
batasan biaya. Selain itu pekerja yang mengalami cacat sebagian juga akan
diberikan pelatihan atau reskilling keterampilan baru agar tetap dapat terus
berkarya meski dengan keterbatasan," jelas Agus.
Untuk memastikan layanan terbaik bagi peserta, sampai dengan akhir Desember
2019 BPJAMSOSTEK telah bekerjasama dengan 7.254 Pusat Layanan Kecelakaan
Kerja (PLKK) dan Pusat Layanan Kembali Bekerja (PLKB) yang tersebar di seluruh
Page 158 of 186.

