Page 154 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 FEBRUARI 2020
P. 154

Title          OMNIBUS LAW CIPTA LAPANGAN KERJA TAK HAPUS PESANGON PEKERJA
               Media Name     viva.co.id
               Pub. Date      31 Januari 2020
                              https://www.viva.co.id/berita/nasional/1198101-omnibus-law-cipta-lapan gan-kerja-tak-
               Page/URL
                              hapus-pesangon-pekerja
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive







               Para buruh dan pekerja khawatir hak-hak mereka akan hilang dengan disahkannya
               Rancangan Undang-undang Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja.

               Pasalnya, ada anggapan bahwa pemerintah lebih mementingkan investor, untuk menarik
               investor sebanyak-banyaknya maka hak-hak buruh bakal dikurangi. Terkait itu, pihak Istana
               membantahnya.

               "Pesangon tetap sesuai UU Nomor 13 Tahun 2013 (tentang Ketenagakerjaan). Upah
               minimum tetap, kemudian orang yang hamil itu tetap dapat. Semua yang menjadi hoax itu
               tidak benar tentang pekerja," kata Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rahman di Istana
               Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 31 Januari 2020.

               Dia bilang, memang ada perubahan yang dilakukan dengan Omnibus Law, namun kebijakan
               tersebut tak akan mengurangi hak buruh. Menurut dia, pemerintah malah berusaha untuk
               melindungi pekerja termasuk sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

               "Tentu ada yang berubah, namun terkait ketenagakerjaan tidak berubah," ujarnya.

               Sementara soal upah minimum (UMP) akan mengikuti pertumbuhan di daerah lantaran tiap
               daerah punya hitungan untuk menentukan UMP. Namun jika pertumbuhan di daerah sangat
               kecil maka bakal ada pertimbangan lain.

               Kendati demikian, Fadjroel bilang bahwa Presiden Jokowi tak ingin Omnibus Law Cipta
               Lapangan Kerja merugikan buruh atau masyarakat. Pesan dari Jokowi, kata dia, tidak boleh
               UMP lebih rendah dibanding sebelumnya.

               "Karena Presiden Jokowi mengatakan setiap perubahan UU apa pun termasuk kebijakan
               pemerintah itu harus berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

               Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal sempat menduga bahwa
               pemerintah sedang berupaya menghilangkan hak pesangon pekerja di dalam RUU Omnibus
               Law Cipta Lapangan Kerja.

               Sementara itu, Jokowi sebelumnya bilang bahwa ingin memberikan hadiah untuk
               masyarakat saat Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah atau Lebaran Idul Fitri 2020, yakni
               selesainya Omnibus Law Rancangan Undang-undang Cipta Lapangan Kerja.

               "Berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo, diharapkan selesai sebelum Hari Raya Idul Fitri,
               sehingga menjadi 'hadiah lebaran' bagi rakyat Indonesia untuk meraih kemenangan dalam
               mencapai Indonesia Maju," ujar Fadjroel.




                                                      Page 153 of 186.
   149   150   151   152   153   154   155   156   157   158   159