Page 158 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 FEBRUARI 2020
P. 158

BPJAMSOSTEK bahkan memberikan apresiasi khusus melalui Anugerah Paritrana
               kepada kepala daerah dan provinsi yang telah memberikan dukungan penuh
               terhadap pelaksanaan program perlindungan jaminan sosial oleh BPJAMSOSTEK.

               BPJAMSOSTEK juga mendorong kepesertaan pekerja Bukan Penerima Upah (BPU)
               dan Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) melalui inisiatif PERISAI (Penggerak
               Jaminan Sosial Indonesia), sebuah inovasi perluasan kepesertaan dengan skema
               keagenan. Terhitung sejak 2017 sampai dengan akhir Desember 2019, PERISAI ini
               telah berkontribusi positif terhadap kepesertaan sebesar 1,1 juta peserta dengan
               total iuran Rp 159,2 miliar yang dilakukan oleh 6.241 PERISAI aktif yang tersebar di
               seluruh Indonesia.

               Selain fokus pada pekerja di dalam negeri, BPJAMSOSTEK juga memberikan
               perlindungan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI). Perlindungan kepada para
               PMI ini dimulai sejak masa persiapan kerja, penempatan kerja, hingga kembali ke
               tanah air selepas kontrak kerja berakhir. BPJAMSOSTEK terus berupaya melakukan
               sosialisasi dan edukasi kepada para PMI agar menyadari pentingnya perlindungan
               jaminan sosial ketenagakerjaan dalam melakukan pekerjaan sehari-hari. Terhitung
               Desember 2019, sebanyak 544,5 ribu PMI telah terlindungi oleh program
               BPJAMSOSTEK dengan nilai iuran mencapai Rp 101,8 miliar.

               Kinerja Pengelolaan Dana Dari sisi penerimaan iuran, sepanjang tahun 2019
               BPJAMSOSTEK berhasil membukukan penambahan iuran sebesar Rp 73,1 triliun.
               Iuran tersebut ditambah pengelolaan investasi berkontribusi pada peningkatan dana
               kelolaan mencapai Rp 431,9 triliun pada akhir Desember 2019. BPJAMSOSTEK juga
               mencatatkan hasil investasi sebesar Rp 29,2 triliun, dengan Yield on Investment
               (YOI) yang didapat sebesar 7,34% atau lebih tinggi dari kinerja IHSG yang
               mencapai 1,7%.

               Agus mengutarakan investasi BPJAMSOSTEK dilaksanakan berdasarkan PP No. 99
               tahun 2013 dan PP No. 55 tahun 2015, yang mengatur jenis instrumen-instrumen
               investasi yang diperbolehkan berikut dengan batasan-batasannya. Ada juga
               Peraturan OJK No. 1 tahun 2016 yang juga mengharuskan penempatan pada Surat
               Berharga Negara sebesar minimal 50%.

               "Untuk alokasi dana investasi, BPJAMSOSTEK menempatkan sebesar 60% pada
               surat utang, 19% saham, 11% deposito, 9% reksadana, dan investasi langsung
               sebesar 1%," tuturnya.

               "Kondisi pasar investasi global dan regional tentunya memiliki pengaruh pada hasil
               investasi yang diraih oleh industri jasa keuangan pada tahun 2019, terutama
               asuransi. Tapi kami telah mengalihkan mayoritas portofolio pada instrumen fixed
               income hingga mencapai 71% dari total portofolio, sehingga tidak terpengaruh
               langsung dengan fluktuasi IHSG," tambah Agus Agus juga memastikan dana pekerja
               terjamin keamanannya dan dikelola dengan baik, karena BPJAMSOSTEK hanya
               menempatkan dana investasi sesuai regulasi dan menekankan pada kehati-hatian



                                                      Page 157 of 186.
   153   154   155   156   157   158   159   160   161   162   163