Page 169 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 FEBRUARI 2020
P. 169
Agus juga memastikan dana pekerja terjamin kemanannya dan dikelola dengan
baik, karena BPJamsostek hanya menempatkan dana investasi sesuai regulasi dan
menekankan pada kehati-hatian untuk mendapatkan return yang optimal. Agus
mencontohkan pada investasi saham, mayoritas merupakan saham kategori Blue
Chip atau LQ45 yang mencapai sekitar 98 persen. Namun ada juga saham yang
pernah di LQ45, namun sudah keluar, seperti antara lain saham PGAS dan ANTM.
Jumlah saham non LQ45 tersebut hanya sekitar 2 persen besarannya dari total
portofolio saham BPJamsostek.
"Untuk saham, BPJAMSOSTEK hanya berinvestasi pada emiten BUMN, emiten
dengan saham yang mudah diperjualbelikan, berkapitalisasi besar, memiliki likuiditas
yang baik dan memberikan deviden secara periodik. Tentunya faktor analisa
fundamental dan review risiko menjadi pertimbangan utama dalam melakukan
seleksi emiten. Jadi tidak ada investasi di saham yang biasa disebut saham
gorengan", ucap Agus.
Agus juga menjelaskan dengan kinerja pengelolaan dana diatas, sebagai Badan
Hukum Publik yang bersifat Nirlaba, seluruh hasil pengelolaan dana dikembalikan
kepada peserta, sehingga BPJAMSOSTEK dapat memberikan hasil pengembangan
Jaminan Hari Tua (JHT) kepada pesertanya mencapai 6,08 persen p.a.
Page 168 of 186.

