Page 165 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 FEBRUARI 2020
P. 165

untuk mendapatkan return yang optimal.

               Agus mencontohkan pada investasi saham, mayoritas merupakan saham kategori
               Blue Chip atau LQ45 yang mencapai sekitar 98 persen. Namun ada juga saham
               yang pernah di LQ45, namun sudah keluar, seperti antara lain saham PGAS dan
               ANTM. Jumlah saham non LQ45 tersebut hanya sekitar 2 persen besarannya dari
               total portofolio saham BPJAMSOSTEK.

               "Untuk saham, BPJAMSOSTEK hanya berinvestasi pada emiten BUMN, emiten
               dengan saham yang mudah diperjualbelikan, berkapitalisasi besar, memiliki likuiditas
               yang baik dan memberikan deviden secara periodik. Tentunya faktor analisa
               fundamental dan review risiko menjadi pertimbangan utama dalam melakukan
               seleksi emiten. Jadi tidak ada investasi di saham yang biasa disebut saham
               gorengan," tegas Agus.

               Agus juga menjelaskan dengan kinerja pengelolaan dana diatas, sebagai Badan
               Hukum Publik yang bersifat Nirlaba, seluruh hasil pengelolaan dana dikembalikan
               kepada peserta, sehingga BPJAMSOSTEK dapat memberikan hasil pengembangan
               Jaminan Hari Tua (JHT) kepada pesertanya mencapai 6,08 persen.

               Kinerja Pelayanan Sementara itu, sepanjang tahun 2019, pembayaran klaim atau
               jaminan yang dikucurkan BPJAMSOSTEK mengalami peningkatan sebesar 21,2
               persen atau mencapai Rp29,2 triliun. Dengan perincian klaim untuk Jaminan Hari
               Tua (JHT) mencapai Rp26,6 triliun untuk 2,2 juta kasus, Jaminan Kematian (JKM)
               sebanyak 31,3 ribu kasus dengan nominal sebesar Rp858,4 miliar, Jaminan
               Kecelakaan Kerja (JKK) sebanyak 182,8 ribu kasus dengan nominal sebesar Rp1,56
               triliun, dan Jaminan Pensiun (JP) sebanyak 39,7 ribu kasus dengan nominal sebesar
               Rp118,33 miliar.

               "Sepanjang Tahun 2019, program JKK juga melaksanakan manfaat RTW kepada
               901 orang peserta dimana sebanyak 748 orang sudah kembali bekerja," ujar Agus.

               Manfaat Return to Work (RTW) dari program JKK memastikan pekerja yang
               mengalami cacat sebagian tetap untuk mendapatkan kesempatan untuk bekerja
               lagi, baik dengan keterampilan baru, ataupun posisi yang baru dimana disabilitas
               yang diderita tidak mengganggu produktivitas kerja sehari-hari.

               "Untuk manfaat JKK-RTW ini, BPJAMSOSTEK tidak tanggung-tanggung memberikan
               manfaat sampai sembuh untuk pekerja yang mengalami kecelakaan kerja tanpa
               batasan biaya. Selain itu pekerja yang mengalami cacat sebagian juga akan
               diberikan pelatihan atau reskilling keterampilan baru agar tetap dapat terus
               berkarya meski dengan keterbatasan," tambah Agus.

               Untuk memastikan layanan terbaik bagi peserta, sampai dengan akhir Desember
               2019 BPJAMSOSTEK telah bekerjasama dengan 7.254 Pusat Layanan Kecelakaan
               Kerja (PLKK) dan Pusat Layanan Kembali Bekerja (PLKB) yang tersebar di seluruh
               Indonesia.



                                                      Page 164 of 186.
   160   161   162   163   164   165   166   167   168   169   170