Page 178 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 FEBRUARI 2020
P. 178

pelaksanaan program perlindungan jaminan sosial oleh BPJAMSOSTEK.

               BPJAMSOSTEK juga mendorong kepesertaan pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) dan
               Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) melalui inisiatif PERISAI (Penggerak Jaminan
               Sosial Indonesia), sebuah inovasi perluasan kepesertaan dengan skema keagenan.

               Terhitung sejak 2017 sampai dengan akhir Desember 2019, PERISAI ini telah
               berkontribusi positif terhadap kepesertaan sebesar 1,1 juta peserta dengan total iuran
               Rp159,2 miliar yang dilakukan oleh 6.241 PERISAI aktif yang tersebar di seluruh
               Indonesia. Selain fokus pada pekerja di dalam negeri, BPJAMSOSTEK juga memberikan
               perlindungan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI).

               Perlindungan kepada para PMI ini dimulai sejak masa persiapan kerja, penempatan
               kerja, hingga kembali ke tanah air selepas kontrak kerja berakhir. BPJAMSOSTEK terus
               berupaya melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para PMI agar menyadari
               pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dalam melakukan pekerjaan
               sehari-hari.

               Terhitung Desember 2019, sebanyak 544,5 ribu PMI telah terlindungi oleh program
               BPJAMSOSTEK dengan nilai iuran mencapai Rp101,8 miliar.

               Kinerja Pengelolaan Dana Dari sisi penerimaan iuran, sepanjang tahun 2019
               BPJAMSOSTEK berhasil membukukan penambahan iuran sebesar Rp73,1 triliun. Iuran
               tersebut ditambah pengelolaan investasi berkontribusi pada peningkatan dana kelolaan
               mencapai Rp431,9 triliun pada akhir Desember 2019.

               BPJAMSOSTEK mencatatkan hasil investasi sebesar Rp29,2 triliun, dengan Yield on
               Investment (YOI) yang didapat sebesar 7,34% atau lebih tinggi dari kinerja IHSG yang
               mencapai 1,7%.

               Agus mengutarakan investasi BPJAMSOSTEK dilaksanakan berdasarkan PP No. 99 tahun
               2013 dan PP No. 55 tahun 2015, yang mengatur jenis instrumen-instrumen investasi
               yang diperbolehkan berikut dengan batasan-batasannya.

               Ada juga Peraturan OJK No. 1 tahun 2016 yang juga mengharuskan penempatan pada
               Surat Berharga Negara sebesar minimal 50%.

               "Untuk alokasi dana investasi, BPJAMSOSTEK menempatkan sebesar 60% pada surat
               utang, 19% saham, 11% deposito, 9% reksadana, dan investasi langsung sebesar 1%",
               tuturnya.

               "Kondisi pasar investasi global dan regional, tentu memiliki pengaruh pada hasil
               investasi yang diraih oleh industri jasa keuangan pada tahun 2019, terutama asuransi.
               Kami telah mengalihkan mayoritas portofolio pada instrumen fixed income hingga
               mencapai 71% dari total portofolio, sehingga tidak terpengaruh langsung dengan
               fluktuasi IHSG", lanjut Agus Agus juga memastikan dana pekerja terjamin kemanannya
               dan dikelola dengan baik, karena BPJAMSOSTEK hanya menempatkan dana investasi
               sesuai regulasi dan menekankan pada kehati-hatian untuk mendapatkan return yang
               optimal.



                                                      Page 177 of 186.
   173   174   175   176   177   178   179   180   181   182   183