Page 179 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 FEBRUARI 2020
P. 179

Agus mencontohkan pada investasi saham, mayoritas merupakan saham kategori Blue
               Chip atau LQ45 yang mencapai sekitar 98%. Namun ada juga saham yang pernah di
               LQ45, namun sudah keluar, seperti antara lain saham PGAS dan ANTM. Jumlah saham
               non LQ45 tersebut hanya sekitar 2% besarannya dari total portofolio saham
               BPJAMSOSTEK.

               "Untuk saham, BPJAMSOSTEK hanya berinvestasi pada emiten BUMN, emiten dengan
               saham yang mudah diperjualbelikan, berkapitalisasi besar, memiliki likuiditas yang baik
               dan memberikan deviden secara periodik," lanjutnya.

               "Tentunya, faktor analisa fundamental dan review risiko menjadi pertimbangan utama
               dalam melakukan seleksi emiten. Jadi tidak ada investasi di saham yang biasa disebut
               saham gorengan," ia memastikan.

               Agus juga menjelaskan dengan kinerja pengelolaan dana diatas, sebagai Badan Hukum
               Publik yang bersifat Nirlaba, seluruh hasil pengelolaan dana dikembalikan kepada
               peserta, sehingga BPJAMSOSTEK dapat memberikan hasil pengembangan Jaminan Hari
               Tua (JHT) kepada pesertanya mencapai 6,08% p.a.

               Kinerja Pelayanan Sementara itu, sepanjang tahun 2019, pembayaran klaim atau
               jaminan yang dikucurkan BPJAMSOSTEK mengalami peningkatan sebesar 21,2% atau
               mencapai Rp29,2 triliun. Dengan perincian klaim untuk Jaminan Hari Tua (JHT)
               mencapai Rp26,6 triliun untuk 2,2 juta kasus, Jaminan Kematian (JKM) sebanyak 31,3
               ribu kasus dengan nominal sebesar Rp858,4 miliar.

               Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebanyak 182,8 ribu kasus dengan nominal sebesar
               Rp1,56 triliun, dan Jaminan Pensiun (JP) sebanyak 39,7 ribu kasus dengan nominal
               sebesar Rp118,33 miliar.

               "Sepanjang Tahun 2019, program JKK juga melaksanakan manfaat RTW kepada 901
               orang peserta dimana sebanyak 748 orang sudah kembali bekerja," ujar Agus.

               Manfaat Return to Work (RTW) dari program JKK memastikan pekerja yang mengalami
               cacat sebagian tetap untuk mendapatkan kesempatan untuk bekerja lagi, baik dengan
               keterampilan baru, ataupun posisi yang baru dimana disabilitas yang diderita tidak
               mengganggu produktivitas kerja sehari-hari.

               "Untuk manfaat JKK-RTW ini, BPJAMSOSTEK tidak tanggung-tanggung memberikan
               manfaat sampai sembuh untuk pekerja yang mengalami kecelakaan kerja tanpa
               batasan biaya. Selain itu pekerja yang mengalami cacat sebagian juga akan diberikan
               pelatihan atau reskilling keterampilan baru agar tetap dapat terus berkarya meski
               dengan keterbatasan," Agus menambahkan.

               Untuk memastikan layanan terbaik bagi peserta, sampai dengan akhir Desember 2019
               BPJAMSOSTEK telah bekerjasama dengan 7.254 Pusat Layanan Kecelakaan Kerja
               (PLKK) dan Pusat Layanan Kembali Bekerja (PLKB) yang tersebar di seluruh Indonesia.

               Upaya BPJAMSOSTEK dalam memberikan manfaat yang optimal bagi peserta ini



                                                      Page 178 of 186.
   174   175   176   177   178   179   180   181   182   183   184