Page 371 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 SEPTEMBER 2021
P. 371

MESKI TAK LAGI LEWAT JUANDA, TKI PULANG KE JATIM TETAP DIAWASI SUPER
              KETAT
              Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang hendak pulang ke Jawa Timur kini tak lagi mendarat di
              Bandara  Internasional  Juanda  Surabaya.  Kendati  demikian,  Jatim  akan  super  ketat  dalam
              menangani kepulangan PMI demi mencegah masuknya varian baru Mu.

              Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto yang juga sebagai Dansatgas PMI mengatakan
              per hari ini ada SE nomor 74 tahun 2021. SE ini mengatur tentang kedatangan penerbangan
              internasional  hanya  melalui  dua  bandara,  yakni  Bandara  Soekarno-Hatta  dan  Bandara  Sam
              Ratulangi Manado.

              "Di situ yang terjadi perbedaan yang sangat signifikan adalah Bandara Juanda itu ditutup. Jadi
              Bandara  Juanda  tuh  sudah  tidak  bisa  lagi  menerima  penerbangan  PMI,"  kata  Suharyanto  di
              Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (17/9/2021).

              Suharyanto menyebut PMI yang pulang ke Jatim diperkirakan akan tiba di Bandara Soekarno-
              Hatta. Setelah dikarantina di Jakarta selama 8 hari, Suharyanto menegaskan mereka masih akan
              dikarantina dan diswab PCR di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. "Jadi nanti setelah dikarantina di
              Jakarta sesuai dengan surat edaran itu kan delapan hari. Nah nanti kami akan berkoordinasi
              dengan  pemerintah  provinsi  DKI  Jakarta  apakah  mereka  akan  mengantar  ke  sini  atau  kita
              jemput. Nah seandainya dijemput para PMI ini kembali untuk dikarantina di Wisma Haji," papar
              Suharyanto.

              "Di karantina di wisma haji ini bukan menyalahi surat edaran, tapi dalam rangka kami akan
              melaksanakan swab ulang. Nah kami punya waktu sekitar tiga hari perkiraan kami setelah itu
              apa bila nanti dinyatakan negatif baru para PMI ini bisa kembali ke wilayahnya masing-masing,"
              tambahnya.

              Langkah ini, lanjut Suharyanto dilakukan agar pihaknya tak kecolongan masuknya varian Mu.
              "Ini juga kami waspada supaya jangan sampai kecolongan, karena pasti kalau dua titik itu dari
              mulai hanya Manado dan Soekarno-Hatta, pasti sangat banyak di situ. Nah kami takut petugas-
              petugas di Provinsi DKI mungkin kewalahan, mungkin ini ya, meski pasti pemerintah pusat juga
              sudah memikirkan segala sesuatunya tapi kami waspada hingga kami tetap melaksanakan swab
              ulang," pungkasnya.






























                                                           370
   366   367   368   369   370   371   372   373   374   375   376