Page 204 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 APRIL 2020
P. 204
Title OMNIBUS LAW DIHARAPKAN BAWA ANGIN SEGAR DI TENGAH WABAH
Media Name republika.co.id
Pub. Date 15 April 2020
https://republika.co.id/berita/q8u9vl282/omnibus-law-diharapkan-bawa-a ngin-segar-di-
Page/URL
tengah-wabah
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
JAKARTA -- Anggota Badan legislasi (Baleg) DPR RI, Firman Soebagyo berharap
keberadaan omnibus law mampu membawa angin segar bagi perekonomian
nasional. Mengingat perekonomian saat ini sedang tercabik-cabik akibat dampak
pandemi Covid-19 membuat pengusaha dan pekerja harus terkena imbasnya.
"Akibat dampak corona semua sektor ekonomi nasional baik itu sektor pariwisata
hingga UMKM hampir tak luput dari kena krisis akibat corona," ujar politikus Partai
Golkar dalam siaran persnya, Selasa (14/4).
Firman mencontohkan, di sektor pariwisata sudah banyak hotel-hotel mulai tidak
beroperasi atau tutup. Bahkan hotel bintang 3 serta 4 dan bintang 5 di Bali dan di
kota lain sudah mulai dijual karena berat menanggung beban bunga bank. Sebab,
kata Firman, semua dibangun dengan menggunakan modal pinjaman atau loan
dari bank.
"Belum lagi sektor industri sudah kesulitan bahan baku dan sektor UKM juga mulai
terpuruk dan lumpuh efek atau dampak dari corona," terangnya.
Apalagi, lanjut Firman, menurut data Kementerian Tenaga Kerja jumlah pekerja
yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) mencapai 1,1 juta, dan pekerja
dirumahkan tanpa dibayar lebih banyak. Sementara data Kamar Dagang Indonesia
(Kadin) jumlah data mereka yakni PHK dan pekerja dirumahkan sudah lebih dari 2
juta orang. Karena itu, kata Firman, dengan dibahasnya omnibus law ini semoga
bisa memberikan harapan akan perekonomian Indonesia ke depan nanti.
"Ancaman PHK dan perumahan karyawan oleh perusahan sudah mencapai di atas
satu juta lebih dan ini akan terus mengalami kenaikan signifikan," ungkap Firman.
Kalau, Firman menambahkan, Indonesia tidak segera mengantisipasi dan melakukan
langkah-langkah kongkrit termasuk melakukan terobosan merevisi regulasi-regulasi
menghambat selama ini Indonesia akan jauh ketinggalan. Ia berharap hal ini akan
menyadarkan kita semua termasuk organisasi buruh yang hanya bisa menuntut
saja.
"Insya Allah Omnibus law dapat segera diselesaikan," tegas Firman..
Page 203 of 219.

