Page 205 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 APRIL 2020
P. 205

Title          OMNIBUS LAW, PEMANGKASAN BIROKRASI DAN PEMULIHAN KONDISI EKONOMI
               Media Name     rmol.id
               Pub. Date      15 April 2020
                              https://politik.rmol.id/read/2020/04/15/430495/omnibus-law-pemangkasan -birokrasi-
               Page/URL
                              dan-pemulihan-kondisi-ekonomi
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive












               Omnibus law RUU Cipta Kerja ada sebagai penyederhanaan regulasi yang selama ini
               kerap menjadi penghalang investasi di tanah air. Dengan pembahasan yang kini
               berada di meja Badan Legislasi DPR RI, laju perekonomian diharapkan tidak
               terhalang lagi.


               Di Raker, Fraksi Demokrat Tolak Bahas Omnibus Law Dan Minta Fokus Penanganan
               Covid-19  "Dengan adanya omnibus law, jalur birokrasi yang selama ini berbelit-belit
               karena regulasi yang panjang akan terpangkas. Dampaknya, proses investasi yang
               selama ini dikeluhkan oleh sebagian investor akan berjalan dengan cepat," kata
               Direktur Eksekutif Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam (LEMI), Arven Marta kepada
               wartawan, Rabu (15/4).

               "Menurut saya (Omnibus Law) baik bagi iklim investasi di Indonesia dan bisa
               memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia," sambungnya.

               Ia meyakini, ke depan RUU Cipta Kerja dan Perpajakan akan saling mendukung dan
               saling melengkapi, serta dapat menjadi pemantik demi mengupayakan cita-cita
               bersama untuk kepentingan ekonomi nasional. Perpaduan keduanya dinilai tepat
               jika diimplementasikan di tengah dinamika ketidakpastian geopolitik global saat ini.

               Pada praktiknya, omnibus law Cipta Kerja akan menyasar 11 hal pokok, yakni
               penyederhanaan perizinan, persyaratan investasi, ketenagakerjaan, kemudahan,
               pemberdayaan dan perlindungan UMKM, kemudahan berusaha, dukungan riset dan
               inovasi, administrasi pemerintahan, pengenaan sanksi, pengadaan lahan, juga
               investasi dan proyek pemerintah serta kawasan ekonomi.

               Dari sebelas hal pokok tersebut, dirancang penyederhanaan yang meliputi perizinan
               dasar (izin lokasi, perizinan lingkungan, perizinan bangunan gedung) serta perizinan
               sektor yang mencakup lima belas sektor.


               Di lain sisi, omnibus law Perpajakan mencakup enam pilar, yaitu pendanaan
               investasi, sistem teritori, subjek pajak orang pribadi, kepatuhan wajib pajak,
               keadilan iklim berusaha, dam fasilitas. Keenam pilar tersebut akan fokus pada
               penguatan peran instrumen fiskal sebagai  counter cyclical  dalam menjaga
               kestabilan ekonomi dengan memastikan kemudahan iklim berinvestasi.




                                                      Page 204 of 219.
   200   201   202   203   204   205   206   207   208   209   210