Page 57 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 APRIL 2020
P. 57

melalui PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) terhadap 84 karyawan.

               Ramayana juga memberikan pesangon kepada mereka sesuai dengan Peraturan
               Perundang-Undangan yang berlaku yang dituangkan dalam "Surat Kesepakatan
               Bersama" yang ditandatangani oleh Perseroan dan Karyawan.

               Menurut Suryanto, perusahaan akan mempekerjakan kembali karyawan yang sudah
               dilakukan PHK tersebut apabila Toko Ramayana Depok beroperasi normal kembali.

               Selama masa tanggap darurat atas penyebaran COVID-19 ini, Perseroan telah
               menutup sementara sebagian toko sampai dengan kondisi yang memungkinkan
               untuk di buka kembali.

               "Dengan kondisi tersebut diatas, terjadi penurunan penjualan yang signifikan,
               sehingga membuat perseroan harus melakukan efisiensi Perseroan antara lain
               dengan merumahkan karyawan," imbuhnya.

               Dia menambahkan bahwa perseroan memiliki kas dan setara kas, deposito
               berjangka, dan investasi jangka pendek yang cukup dapat menjamin kelangsungan
               hidup perusahaan Sementara itu, Mirae Asset Sekuritas memperkirakan
               pertumbuhan penjualan toko atau same store sales growth emiten ritel PT
               Ramayana Lestari Sentosa Tbk. (RALS) melemah sepanjang tahun 2019.

               Hal tersebut mengingat adanya pelambatan ekonomi di sejumlah kota-kota besar di
               Indonesia menjelang Pemilihan Umum Presiden dan gelombang demonstrasi yang
               terjadi tahun lalu.

               Kendati kinerja keuangan Ramayana diperkirakan melambat pada kuartal I/2020,
               analis Mirae Asset Sekuritas Christine Natasya meningkatkan rekomendasi saham
               untuk RALS dari trading buy atau trading beli menjadi hold atau tahan.

               "Kami memperkirakan pelambatan kinerja pada kuartal I/2020 telah membuat harga
               sahamnya bergerak sesuai (dengan valuasinya) meskipun ada risiko pandemi
               COVID-19 yang mungkin akan berlanjut di masa depan," tulisnya dalam riset, Senin
               (13/4/2020).

               Terlepas dari perlambatan ekonomi pada kuartal IV/2019, sekuritas memperkirakan
               kinerja keuangan Ramayana juga akan memburuk pada tahun 2020 mengingat
               adanya penutupan beberapa pusat perbelanjaan yang sebagian besar berada di
               wilayah Jabodetabek.

               Meskipun Ramayana juga memiliki toko sendiri, perseroan sendiri dilaporkan
               menutup sementara 15 gerainya pada bulan Maret dan bahkan menutup satu
               tokonya di Depok dengan mayoritas karyawan diberhentikan.

               Ditambah lagi, kemungkinan bahwa perseroan akan menutup beberapa toko
               sementara pada bulan April karena pandemi COVID-19, sejalan dengan imbauan



                                                       Page 56 of 219.
   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62