Page 110 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 DESEMBER 2019
P. 110
nantinya bakal menjadi dasar untuk menetapkan upah minimum ditambah inflasi
dan pertumbuhan ekonomi.
"Itu komponennya ada makanan dan minuman, perumahan, sandang, pendidikan
dan lain-lain. Ada 7 komponen. Di dalam 7 komponen itu ada 60 jenis yang tiap 5
tahun harus ditinjau kembali," kata dia.
Dia mengatakan, di era sebelumnya, penghitungan KHL dilakukan kurang tepat.
Sebab, penentuan KHL dilakukan setelah tim yang ditugaskan selesai survei pada
kebutuhan para buruh di lapangan. Salah satunya soal besaran harga dalam
komponen di KHL.
Padahal, seharusnya, kata Dinar, jenis-jenis KHL disepakati dulu sebelum survei
dilakukan. Misalnya, disepakati dulu jenis beras dan daging apa yang mau jadi
acuan kebutuhan para buruh.
"Bukannya survei dulu baru sepakat. Itu kesalahan kita. Jadi masing-masing hitung
itu kadang salah satu enggak terima. Itu yang enggak pas sehingga kita hitung
ramai karena sudah ada BPS. (Badan Pusat Statistik)," kata dia.
Jika merujuk ke tahun-tahun sebelumnya, nama KHL selalu berubah, mengikuti
kebutuhan dan perkembangan zaman. Misalnya, dulu ada Kebutuhan Fisik Minimum
(KFM) saat kebutuhan memasak para pekerja Indonesia menggunakan kayu bakar.
Setelah ada minyak tanah, namanya berubah menjadi KHM hingga sekarang
berubah menjadi KHL saat kebutuhan memasak dipenuhi dengan gas dan kompor
listrik sebagai salah satu contohnya.
Sementara pada 2022, kata Dinar, kenaikan UMP bakal kembali menggunakan
formulasi UMP 2021, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi.
"Nah formula nanti dipakai 2022. Jadi ini KHL untuk kembalikan awal lagi pada
2015," terangnya.
Page 109 of 110.

