Page 107 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 DESEMBER 2019
P. 107
Title KARYAWAN NON-ASN DITJEN CIPTA KARYA TERTARIK MANFAAT BPJAMSOSTEK
Media Name indopos.co.id
Pub. Date 11 Desember 2019
https://indopos.co.id/read/2019/12/11/211301/karyawan-non-asn-ditjen-c ipta-karya-
Page/URL
tertarik-manfaat-bpjamsostek/
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Jakarta Cilandak
menggelar Sosialisasi Program dan Manfaat BPJS Ketenagakerjaan di Lingkungan Direktorat
Jendral (Ditjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),
Jakarta, Rabu (11/12/2019). Dalam waktu dekat baik ASN (Aparatur Sipil Negara) maupun
Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN)/non-ASN setempat akan mendaftar
sebagai peserta BPJAMSOSTEK.
Hadir Deputi Direktur (Depdir) BPJAMSOSTEK Wilayah DKI Jakarta Cotta Sembiring, Kepala
Kantor Cabang (Kakacab) BPJAMSOSTEK Jakarta Cilandak Puspitaningsih, dan tuan rumah
Sekretaris Ditjen Cipta Karya T. Iskandar serta Kabag Keuangan dan Umum Ditjen Cipta
Karya Darwanto. Darwanto dalam laporannya menyebutkan sosialisasi ini dihadiri kurang
lebih 150 peserta yang terdiri dari perwakilan seluruh jajaran Direktorat Jenderal Cipta
Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Depdir BPJAMSOSTEK
Wilayah DKI Jakarta Cotta Sembiring di hadapan para ASN dan PPNPN Ditjen Cipta Karya
mengatakan, pihaknya sebelumnya bernama PT Jamsostek.
Sejalan dengan transformasi, berdasarkan UU 24/2011 PT Jamsostek bertransformasi
menjadi badan hukum publik bernama BPJS Ketenagakerjaan. "Jadi BPJS itu ada dua, yaitu
BPJS Kesehatan yang menyelenggarakan program Jaminan Kesehatan dengan peserta wajib
seluruh warga negara Indonesia. Dan kami adalah BPJS Ketenagakerjaan yang
menyelenggarakan empat program untuk seluruh pekerja baik formal maupun informal,"
ungkap Cotta.
Keempat program tersebut yaitu JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja), JKM (Jaminan Kematian),
JHT (Jaminan Hari Tua), dan JP (Jaminan Pensiun). "Kami ditunjuk oleh negara untuk
menjalankan empat program tadi dan sebagai lembaga pemerintah yang segala langkah
kami diatur oleh regulasi. Termasuk kewajiban menyosialisasikan program ini kepada stake
holder kami, termasuk kementerian dan lembaga pemerintah," ujar Cotta.
Menurutnya, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri untuk memperluas program Jaminan Sosial
Ketenagkaerjaan. Tapi, perlu kerja sama dan dukungan semua pihak. "Termasuk pegawai
non-ASN lembaga pemerintah berhak mendapatkan perlindungan program Jaminan Sosial
Ketenagakerjaan," ungkapnya.
Menurut Cotta, berdasarkan data tren kecelakaan kerja yakni 40 persen terjadi di jalan raya.
Karena berlalu-lintas merupakan bagian dari aktivitas kerja sehari-hari dari pekerja. "Maka
sebagai langkah positif tentu adalah segera untuk melindungi pegawai non-ASN sebagai
peserta BPJAMSOSTEK," kata Cotta.
Page 106 of 110.

