Page 51 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JANUARI 2020
P. 51

Title          DRAFT RUU OMNIBUS LAW BEREDAR DI TENGAH-TENGAH PUBLIK, BALEG JUSTRU BELUM
                              MENERIMANYA
               Media Name     pikiran-rakyat.com
               Pub. Date      22 Januari 2020
               Page/URL       https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-01333634/draft-ruu-omnibus- law-beredar-
                              di-tengah-tengah-publik-baleg-justru-belum-menerimanya
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive










               Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Rieke Dyah Pitaloka mengaku belum
               menerima draf resmi semua rancangan undang-undang (RUU) terkait Omnibus Law
               dari pihak pemerintah.

               Diketahui, Pemerintah tengah menginisiasi empat omnibus law yakni omnibus law
               RUU Kefarmasian, RUU Cipta Lapangan Kerja, RUU Fasilitas Perpajakan untuk
               Penguatan Perekonomian, dan RUU Ibu Kota Negara.

               Menurut Rieke, pihaknya saat ini masih menggodok agar 50 RUU bisa disetujui
               masuk di Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun 2020 dalam rapat paripurna
               DPR. Rieke mengatakan pihaknya tak akan membahas RUU terkait omnibus law
               yang dikirim pemerintah apabila belum disetujui DPR lewat rapat paripurna.
               "Kalau pun pemerintah mengirim kan draf ini tidak disahkan prolegnas prioritas
               2020 di paripurna maka tidak akan terjadi pembahasan," kata Rieke di Kompleks
               Parlemen Senayan, Selasa 21 Januari 2020.

               Rieke enggan mengomentari terkait beredarnya draf RUU Cilaka yang kini beredar di
               tengah-tengah publik. Ia pun menyatakan masih menunggu dokumen resmi dari
               pemerintah terkait hal tersebut.

               "Kalau sudah ada dokumen resminya pasti kita sampaikan juga ke publik tapi kita ga
               akan berasumsi," kata politikus PDIP tersebut.Selain itu, Rieke menyatakan
               pihaknya membuka peluang untuk menerima masukan dari pelbagai pihak untuk
               menyempurnakan proses RUU Cipta Lapangan Kerja. Hal itu tak lepas dari
               banyaknya protes dari serikat buruh yang mempersoalkan beberapa subtansi di RUU
               tersebut.

               "Jadi tetap membuka ruang juga untuk hal-hal tertentu baik itu yang menyangkut
               perhatian publik maupun secara subtansi memang penting bagi bangsa dan negara
               gitu. Itu bisa dibuka lagi," kata dia.

               Sebelumnya, Wacana pemerintah menerbitkan Undang Undang Omnibus Law Cipta
               Lapangan Kerja ditolak buruh. Penolakan mereka salah satunya disampaikan melalui
               aksi yang digelar di Kompleks Parlemen Senayan, Senin 20 Januari 2020.Memadati




                                                       Page 50 of 152.
   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56