Page 55 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JANUARI 2020
P. 55

Title          PENCATATAN PERKAWINAN PEKERJA MIGRAN PERLU JADI PERHATIAN
               Media Name     republika.co.id
               Pub. Date      22 Januari 2020
                              https://nasional.republika.co.id/berita/q4hgke428/pencatatan-perkawina n-pekerja-
               Page/URL
                              migran-perlu-jadi-perhatian
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive












               Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kuching, Malaysia, Yonni Triprayitno
               mengatakan, pencatatan perkawinan menjadi isu penting di kalangan pekerja
               migran Indonesia yang ada di Sarawak, Malaysia Timur. Ia mengatakan isu ini perlu
               mendapat perhatian dari para pihak terkait di Indonesia.

               "Hingga saat ini KJRI di Kuching, Sarawak, mencatat sekitar 130 ribuan pekerja
               migran Indonesia (PMI) yang bekerja di sekitar 52 perusahaan kebun kepala sawit
               di seluruh wilayah Sarawak," katanya di Pontianak, Rabu.

               Ia menjelaskan kebanyakan para PMI yang bekerja di perusahaan-perusahaan
               kebun sawit itu untuk akses kemana-mana terasa sulit. Bukan tidak mungkin, kata
               dia, PMI yang sudah belasan tahun bekerja sudah menikah dan memiliki istri dan
               anak di Malaysia ini.

               Karena itu, katanya, perlu mendapat perhatian dari berbagai instansi pemerintah
               Indonesia. Khususnya, dalam hal pendataan administrasi sah perkawinan yang
               menjadi kewenangan Kementerian Agama.

               Tahun ini, ia mengatakan, Konsulat Jenderal RI di Kuching akan melakukan
               pendataan ulang agar diketahui jumlah dan data administrasi PMI yang valid. Untuk
               itu, KJRI akan membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk dalam hal
               pemberian hak-hak yang harus didapat para PMI sebagai warga Indonesia.

               "Tahun ini merupakan tahun pendataan yang valid. Untuk itu, agar para pekerja kita
               ini bisa nyaman dan aman serta tetap legal sebagai pekerja di Serawak Malaysia kita
               perlu mendata, dan itu bisa dimulai dari administrasi sah perkawinan," katanya.

               Hal tersebut, kata dia, dimaksudkan agar pendataan jumlah WNI, baik itu orang tua
               dan anak-anak, dapat terdata. "Kita bisa melindungi mereka dengan kelengkapan
               paspor dan dokumen lainnya hingga ke anak-anaknya yang lahir di Sarawak
               Malaysia," katanya.

               Terkait hal itu, ia mengharapkan Kementerian Agama juga dapat mendukung
               pelaksanaan pembinaan Keluarga Berencana (KB). Rencananya, pembinaan KB akan




                                                       Page 54 of 152.
   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60