Page 137 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 MEI 2020
P. 137
Dari situ, kita punya estimasi waktu sampai kapan aset lancar kita akan bertahan
tanpa pemasukan sama sekali selama beberapa waktu ke depan.
Pemerintah memfasilitasi masyarakat yang terkena dampak pandemi Corona dan
memiliki utang untuk mengajukan permohonan restrukturisasi kepada bank.
Kebijakan restrukturisasi beragam, tergantung dengan kebijakan bank dan
persetujuan antara debitur dan bank.
Dilansir dari laman Otoritas Jasa Keuangan, restrukturisasi dapat beragam
bentuknya, antara lain: Penurunan suku bunga kredit, Perpanjangan jangka waktu
kredit, Pengurangan tunggakan bunga kredit, Pengurangan tunggakan pokok kredit,
Penambahan fasilitas kredit, dan/atau, Konversi kredit menjadi Penyertaan Modal
Sementara.
Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi debitur. Dikutip dari situs Kontan,
antara lain, debitur terkena dampak langsung COVID-19 dengan nilai pembiayaan di
bawah Rp 10 miliar, pekerja informal atau pengusaha UMKM, tidak memiliki
tunggakan sebelum 2 Maret 2020 saat Pemerintah RI mengumumkan virus Corona,
dan kriteria lain yang juga ditetapkan oleh bank.
Nah, apabila permohonan restrukturisasi kreditmu nanti disetujui, hitung kembali
langkah 1 dan langkah 2 hingga kita mendapatkan kembali perhitungan estimasi
waktu berapa lama dana kita dapat membiayai segala pengeluaran utama.
Penting juga untuk diingat. Saat ini, banyak orang juga mengalami hal serupa
denganmu. Kemungkinan proses administratif yang panjang yang berhubungan
dengan bank atau institusi lain bisa saja terjadi.
Setelah kita mendapatkan perkiraan waktu, kita dapat menentukan target untuk
mencari penghasilan. Contoh: Total aset lancar yang dapat kita gunakan ada Rp 25
juta. Utang dan biaya lain yang perlu dibayarkan setiap bulan sekitar Rp 5 juta. Kita
punya batas waktu maksimal 5 bulan. Sebelum bulan ke-5, kita targetkan untuk
mendapatkan pekerjaan baru atau sumber penghasilan baru.
Mengingat kondisi saat ini, sumber penghasilan baru bisa didapatkan melalui
pekerjaan baru, bekerja lepas, atau memulai bisnis. Namun, kita butuh keputusan
yang cepat dan juga tepat. Terutama jika ingin mengambil langkah berbisnis. Perlu
perhitungan matang karena akan memakan modal dan berpotensi risiko. Sementara
mencari pekerjaan baru atau pun lepas belum tentu bisa didapatkan dengan mudah
di kondisi seperti saat ini.
Salah satu stimulus dari pemerintah yang ramai dibicarakan belakangan ini adalah
pelatihan prakerja. Walau pelatihan ini tidak serta merta memberikan lapangan
pekerjaan secara langsung, setidaknya kita mendapatkan insentif selama 4 bulan
karena telah mengikuti pelatihan dengan total Rp 2,4 juta.
Page 136 of 313.

