Page 161 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 MEI 2020
P. 161

Dengan demikian, dapat dipastikan kedatangan TKA asal China tersebut tidak akan
               datang dalam waktu dekat ini.


               "Itu masih jauh dari kedatangan. Bukan berarti hari ini kita teken, terus besok
               mereka tiba. Prosedurnya masih panjang karena mereka masih harus visa, Imigrasi,
               Kemenkum HAM, ke kedutaan," ujar Aris dihubungi Kompas.com, Kamis
               (30/4/2020).


               Dia memastikan bahwa hadirnya 500  TKA China  tersebut akan datang kala
               pemerintah telah mencabut status pembatasan transportasi.


               "Jadi tidak dalam waktu dekat ini, bisa Juni, Juli. Kayaknya dari perusahaan
               memandang di-suspend," ujarnya.

               Pihak Luhut angkat bicara  Rencana kedatangan 500 TKA asal China ke  Sulawesi
               Tenggara  mendapat penolakan dari Gubernur dan DPRD setempat. Lantaran terkait
               dengan investasi, Juru bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi
               Jodi Mahardi menanggapi rencana kedatangan para  TKA China  itu.


               Ia mengatakan, rencana kedatangan 500  TKA China  itu tak terkait dengan
               kepentingan pribadi Menko Kemaritiman dan Investasi  Luhut Binsar Pandjaitan  .


               "Tidak ada kepentingan Pak Luhut pribadi di sana (soal 500  TKA China  ), selain
               hanya ingin melihat kemajuan daerah dan Indonesia sebagai pemain utama dalam
               peningkatan nilai tambah komoditas nikel," kata Jodi kepada Kompas.com, Kamis
               (30/4/2020).

               Ia mengatakan, kedatangan para  TKA China  lantaran kemampuannya dibutuhkan.
               Sebab, ucapnya, tenaga kerja lokal belum bisa menggantikan para TKA tersebut.

               Gubernur dan DPRD Menolak  Sebelumnya, Gubernur dan  DPRD Sulawesi Tenggara
               satu suara menolak kedatangan 500  Tenaga Kerja Asing (TKA)  asal China yang
               rencananya datang mulai pekan ini secara bertahap.


               Gubernur Sultra Ali Mazi membenarkan rencana kedatangan ratusan TKA yang akan
               bekerja di salah satu pabrik smelter yang ada di Sultra. Diakuinya, pemerintah pusat
               telah menyetujui kedatangan TKA asal China di Sultra. Menurutnya, penolakan itu
               dilakukan karena bertentangan dengan susana kebatinan masyarakat Sultra yang
               tengah berjuang melawan pandemi  Covid-19  .

               "49 TKA yang lalu saja kita sudah babak belur. Suasana kebatinan masyarakat
               menghadapi corona, tidak tepat dengan memasukkan TKA asal Cina," terangnya.

               Sementara itu, seluruh unsur pimpinan dan fraksi di DPRD Sultra sepakat menolak
               kedatangan 500 TKA asal China ke Sultra yang akan bekerja di perusahaan PT VDNI
               di Kabupaten Konawe, Sultra. Penolakan itu disampaikan dalam rapat paripurna
               yang digelar di Gedung Paripurna DPRD Sultra, Rabu (29/4/2020).






                                                      Page 160 of 313.
   156   157   158   159   160   161   162   163   164   165   166