Page 162 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 MEI 2020
P. 162

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Shaleh menyatakan penolakan ini bukan berarti
               anti terhadap investasi China, tetapi karena situasi saat ini tidak tepat. Ia meminta
               agar kebijakan ini ditunda sementara waktu hingga masalah corona ini berhasil
               dilalui. Abdurrahman bahkan menegaskan akan memimpin aksi penolakan jika 500
               TKA dipaksakan tetap datang di Sultra.

               "Saya pimpin langsung aksi jika dipaksa datang," tegasnya.


               Sementara itu, Sudirman dari Fraksi PKS DPRD Sultra juga menyatakan penolakan
               dan mempertanyakan soal tenaga kerja lokal yang tidak dipekerjakan.


               "Ini aneh, tenaga kerja lokal kita rumahkan lalu TKA didatangkan dari luar ini
               tentunya sedih sekali," katanya.

               DPRD Sultra juga sepakat mendesak kepada pihak perusahaan untuk melakukan
               evaluasi dan memanfaatkan tenaga kerja lokal. Pihak perusahaan PT VDNI yang
               dikonfirmasi terkait kedatangan ratusan TKA itu belum memberi tanggapan.


               Seperti diketahui, dalam surat RPTKA yang diajukan pada 1 April 2020 oleh dua
               perusahaan, yakni PT Virtue Dragon Nickel Industry dan PT Obsidian Stainless Steel
               ini memang telah disetujui oleh  Kemenaker  .


               Lantaran disetujuinya TKA China itu karena kondisi psikologis TKA sebelumnya yang
               telah bekerja di dua perusahaan tambang nikel di Sulawesi Tenggara sudah tidak
               kondusif.


               "Kondisi kedua perusahaan itu nggak kondusif. Karena TKA lama sudah mulai
               boring. TKA di sana kontraknya rata-rata hanya 6 bulan. Tidak bisa pulang karena
               tertahan ini, karena masalah transportasi. Kalau kondisinya seperti ini berarti kan
               perlu penyegaran," jelas Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Binapenta dan PKK
               Kementerian Ketenagakerjaan Aris Wahyudi seperti dikutip dai  Kompa.com.

               Menurutnya, bila tidak ada penyegaran TKA bakal berimbas terhadap perumahan
               tenaga kerja lokal karena tidak ada project atau perusahaan bakal menghentikan
               pembangunan di sana.

               Meski begitu, ia mengatakan, kedatangan  500 TKA asal China  tersebut tidak akan
               terjadi dalam waktu dekat. Hal tersebut lantaran Indonesia baru saja menerapkan
               status pembatasan transportasi berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor
               25 Tahun 2020.


               Penulis: Reynas/Seno.















                                                      Page 161 of 313.
   157   158   159   160   161   162   163   164   165   166   167