Page 178 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 MEI 2020
P. 178
Title 587 PEKERJA MIGRAN INDONESIA TERPAPAR COVID-19
Media Name sinarharapan.co
Pub. Date 10 Mei 2020
https://www.sinarharapan.co/internasional/read/17167/587_pekerja_migra
Page/URL
n_indonesia_terpapar_covid_19
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
JAKARTA--Kementerian Ketenagakerjaan RI melaporkan jumlah pekerja migran
Indonesia (PMI) terpapar COVID-19 mencapai 587 orang. Data itu berdasarkan
laporan Atase Ketenagakerjaan di 11 negara penempatan.
"Para Atase Ketenagakerjaan, saya minta waspada 24 jam, handphone jangan
dimatikan. Agar anak-anak (PMI, red) kita bisa mengadu kapan pun. Ingat, orang
sakit kan, tidak kenal jam dan waktu. Jangan bosan memberi tahu anak-anak kita
supaya " 4Jangan ", (yaitu) jangan mudik, jangan lupa masker, jangan kumpul
kumpul, dan jangan lupa cuci tangan," kata Menaker Ida Fauziyah dalam video
conference secara online di Jakarta, Minggu (10/5/2020).
Ida menjelaskan, dari 587 orang terpaparCOVID-19, terdapat 224 orang dinyatakan
positif. Sedangkan, PMI sudah masuk karantina sebanyak 353 orang.
"Dan yang meninggal dunia berjumlah sepuluh orang, itu di Jeddah," ungkap Ida.
Ternyata, dari 224 orang PMI positif Corona, terbanyak adalah PMI di Malaysia
berjumlah 108 orang. Jumlah itu disusul secara berurutan di Uni Emirat Arab (40),
Arab Saudi 37 orang (22 orang di Riyadh dan 15 orang di Jeddah), Qatar 18 orang,
Kuwait 13 orang, Singapura 5 orang ,Taiwan 2 orang, dan Brunei Darussalam satu
orang.
Sementara, PMI masuk karantina sebanyak 353 orang tersebar di empat negara.
Namun, karantina terbanyak tidak di Malaysia. "Terbanyak di Republik Korea
sebanyak 173 orang; dan diikuti secara berurutan Qatar 91 orang, Arab Saudi 89
orang, dan Kuwait 10 orang," ungkap Ida.
Demi memutus mata rantai penyebaran COVID tidak menerpa para PMI, Ida
memiliki pesan khusus untuk mereka yang saat ini masih berada di berbagai negara.
"Titip pesan untuk anak-anakku para PMI, jika merasa sakit yang tidak biasa, segera
lapor majikan dan atase. Kalau ada kesempatan melakukan rapid test yang
disediakan pemerintah setempat, segera daftarkan diri. Kalau disuruh karantina, ya
jangan bandel. Harus di rumah saja. Nanti kalau sudah sembuh baru bisa
beraktivitas lagi," pungkasnya..
Page 177 of 313.

