Page 5 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 MEI 2020
P. 5
perdagangan orang dengan detail sebagai berikut: 1. Jam kerja yang mengharuskan
para ABK bekerja selama 18 jam setiap hari. Jika kebetulan pada saat itu tangkapan
ikan sedang berlimpah, para ABK harus kerja terus-menerus selama 48 jam tanpa
istirahat.
2. Selama 13 bulan, kapal terus berada di tengah laut tanpa pernah berlabuh atau
melihat daratan. Hal ini diduga karena kapal melakukan aktivitas illegal sehingga
menghindari pemeriksaan petugas di pelabuhan. Juga diduga untuk membatasi
akses ABK untuk dapat mengadu ke pihak lain tentang kondisi tidak manusiawi
diatas kapal.
3. ABK Indonesia hanya diberikan air sulingan dari air laut yang masih sangat asin,
sedangkan ABK Tiongkok meminum air mineral dalam kemasan botol. Beberapa
penelitian menunjukkan kebanyakan minum asin dapat menyebabkan hipertensi dan
jantung.
4. Dua orang ABK Indonesia mengalami kekerasan fisik oleh wakil kapten dan ABK
senior Tiongkok.
5. Gaji selama tiga bulan pertama tidak diberikan secara utuh karena alasan biaya
administratif. Padahal menurut ketentuan dalam UU Perlindungan Pekerja Migran
Indonesia, pembebanan biaya rekrutmen kepada pekerja merupakan tindak pidana.
6. Pembayaran gaji tidak sesuai kontrak. ABK tidak mendapatkan haknya sesuai
perjanjian. Ada ABK yang hanya mendapatkan USD 120 atau Rp 1,7 juta setelah
bekerja selama 13 bulan. Padahal seharusnya ABK berhak mendapatkan minimum
300 USD setiap bulan.
7. ABK sering diberi makanan berupa umpan ikan yang berbau sehingga mereka
mengalami gatal dan keracunan makanan.
8. ABK Indonesia diberi makanan berupa sayur-sayur dan daging ayam yang sudah
berada di freezer sejak 13 bulan, sedangkan ABK Tiongkok selalu memakan dari
bahan yang masih segar yang disuplai dari kapal lain dalam satu group.
9. Koki Tiongkok membuat 2 pembagian masakan, yaitu makanan khusus ABK
Tiongkok yang seluruhnya lebih segar dan menggunakan air minum botol, dan
makanan khusus ABK Indonesia dengan makanan lama yang tidak segar dan
berbau.
10. Kontrak kerja (Perjanjian Kerja Laut) memuat unsur yang membuat ABK berada
dalam kondisi rentan, antara lain jam kerja tidak terbatas semuanya ditentukan
kapten, hanya boleh makan-makanan yang disiapkan tidak boleh komplain walau
yang ada tidak layak atau bertentangan dengan agama, tidak boleh membantah
perintah apapun dari kapten, tidak boleh melarikan diri dari kapal, dan lainnya.
11. Kontrak kerja memuat informasi yang tidak benar, seperti misalnya dalam
Page 4 of 313.

