Page 6 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 MEI 2020
P. 6

kontrak disebut kapal berbendera Korea Selatan, nyatanya kapal berbendera
               Tiongkok.

               Umumnya ABK yang direkrut adalah memiliki latar belakang ekonomi dan
               pendidikan yang lemah. Karena putus asa mencari pekerjaan layak di dalam negeri,
               para korban didatangi oleh calo penempatan tenaga kerja (biasa disebut sponsor),
               dan menjanjikan ada pekerjaan yang layak dengan iming-iming gaji besar.

               Jika setuju, maka para korban akan dibawa ke agen penyalur ABK, tugas sponsor
               berhenti sampai di sini dan kemudian mendapatkan uang dari agen penyalur.
               Setelah itu, agen penyalur akan bekerjasama dengan pemilik kapal untuk
               penempatan ABK.

               Pada kasus ini, Pihak agensi diduga tutup mata dan melepaskan tanggung jawab
               tentang situasi dan nasib Para ABK setelah berada di Kapal Long Xing 629.

               Agensi tidak melakukan pengawasan terhadap keberlangsungan hidup yang layak
               Para ABK tersebut, sehingga ABK harus hidup ditempat yang tidak layak dengan
               makanan dan minuman yang tidak manusiawi.

               Lebih parahnya lagi, Agensi yang seharusnya mengirimkan uang kepada keluarga
               ABK, juga tidak dilaksanakan. Padahal secara hukum agensi bertanggungjawab
               terhadap ABK dalam masa pra kerja, saat kerja dan pasca kerja (pemulangan).

               Ini jelas bentuk perbudakan modern, dimana pihak Penyalur (agensi) tutup mata
               akan hal ini dan hanya mengejar keuntungan semata.

               Kapal Long Xing 629 tergabung dengan grup lainnya seperti Long Xing 806, Long
               Xing 805, Long Xing 630, Long Xing 802, Long Xing 605, dan Tian Yu 8 di bawah
               bendera Dalian Ocean Fishing Co., Ltd.

               Seharusnya grup ini menangkap tuna karena menggunakan alat tangkap long line.
               Namun faktanya, mereka juga memiliki alat tangkap untuk menangkap hiu dan
               spesies dilindungi lainnya.

               Hasil tangkapan berupa 20 ekor hiu per hari biasanya akan ditransfer ke kapal lain
               di tengah laut. Pada periode tangkapan terakhir, mereka memiliki 16 box yang
               masing-masing berisi 45 kilogram sirip hiu.

               Sejak pemberitaan mengenai dugaan perbudakan ABK Indonesia di kapal Long Xing
               629 menjadi trending di berbagai pemberitaan internasional, Pemerintah Indonesia
               telah bergerak cepat untuk melakukan pendampingan, pemulangan dan membentuk
               tim untuk investigasi mendalam terhadap kasus ini.

               (nag).






                                                       Page 5 of 313.
   1   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11