Page 7 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 OKTOBER 2019
P. 7

Title          UMP TAHUN DEPAN NAIK, BEGINI TANGGAPAN GAPMMI
               Media Name     kontan.co.id
               Pub. Date      28 Oktober 2019
               Page/URL       https://industri.kontan.co.id/news/ump-tahun-depan-naik-begini-tanggap an-gapmmi
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive












               Beberapa waktu yang lalu, pemerintah memutuskan untuk menaikkan Upah
               Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/UMK sebesar 8,51% di
               tahun 2020.

               Keputusan yang tertuang di dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan
               Nomor B-m/308/HI.01.00/X/2019 tertanggal 15 Oktober 2019 tersebut didasarkan
               pada inflasi nasional sebesar 3,39% dan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,12%.

               Keputusan tersebut mendapatkan respon yang kurang baik dari kalangan pelaku
               usaha. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia
               (Gapmmi) Adhi S. Lukman menilai bahwa penetapan kenaikan UMP sebesar 8,51%
               cenderung memberatkan kalangan pelaku usaha.

               Menurut pengamatan Adhi, beberapa negara lain di Asia Tenggara umumnya
               memiliki rata-rata kenaikan yang lebih rendah dibanding Indonesia, yakni sekitar
               3%-4%. Beberapa negara seperti Singapura bahkan diketahui hampir tidak pernah
               menaikkan besaran UMP di negaranya.

               Hal ini dikhawatirkan akan berdampak pada semakin menurunnya daya saing
               produk dalam negeri apabila dibandingkan dengan negara kompetitor.

               "Karena kita lihat kemarin dari global competitiveness index saja kita masih kalah,
               kita nomor empat lah di ASEAN," ujar Adhi kepada Kontan.co.id (27/10).

               Pasalnya, upah tenaga kerja memiliki porsi yang cukup besar dalam beban produksi
               industri makanan dan minuman, yakni bisa mencapai 15%-20% bagi industri yang
               padat karya serta di bawah 10% bagi industri yang sudah memiliki tingkat otomasi
               tinggi.

               Padahal, sebelumnya industri dalam negeri sudah cukup kewalahan dalam bersaing
               dengan produk dari negara lain lantaran biaya produksi yang memang sudah tinggi
               sebelumnya. Hal ini dapat diamati pada beberapa kasus seperti misalnya Perang
               Dagang antara China dan Amerika Serikat.

               Menurut Adhi, sebenarnya produk-produk mamin dalam negeri seperti misalnya teh,




                                                       Page 6 of 146.
   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12