Page 8 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 OKTOBER 2019
P. 8
kopi dan tembakau memiliki potensi yang besar untuk memasuki pasar Amerika
Serikat lantaran memiliki kualitas yang lebih baik dibanding produk dari negara lain.
Hanya saja, penguasaan pasar teh, kopi dan tembakau dalam negeri pada akhirnya
hanya berhasil menguasai sebagian kecil pasar Amerika Serikat lantaran kalah
bersaing dengan produk-produk Thailand dan Vietnam dari segi harga. Dalam hal
ini, kenaikan UMP sebesar 8,51% dinilai akan memperparah kondisi tersebut.
Oleh karenanya, Gapmmi menyarankan agar kenaikan UMP dilakukan berdasarkan
produktivitas. Menurut keterangan Adhi, model pengupahan berdasarkan skema
produktivitas sudah banyak di lakukan di beberapa negara lain seperti China.
Berdasarkan preseden yang ada di negara lain, sistem pengupahan berdasarkan
produktivitas membawa hasil yang menguntungkan baik bagi pengusaha, maupun
pekerja.
"Kalau kenaikan berdasarkan produktivitas, karyawan atau pekerja itu akan
mendapatkan income atau pendapatan yang tinggi, tapi produktivitas juga tinggi,
sehingga rata-rata biaya per unit produk itu murah," jelas Adhi kepada Kontan.co.id,
Sabtu (27/10).
Terlepas dari penerapan kenaikan UMP di atas, Adhi menilai bahwa industri mamin
masih memiliki prospek yang baik dan mampu bertumbuh 7%-9% di tahun 2020.
Dalam kondisi yang demikian, Gapmmi mencatat terdapat beberapa pelaku usaha
industri mamin dalam negeri yang melakukan ekspansi dengan nilai total investasi
sebesar Rp 31 triliun.
Adapun ekspansi yang dimaksud merujuk kepada pembangunan pabrik maupun
penambahan kapasitas produksi melalui penambahan mesin produksi.
Page 7 of 146.

