Page 95 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 MARET 2020
P. 95
Survei yang ditanyakan dalam tiga tahap dengan insentif pengisian survei sebesar
Rp 150 ribu sebagai feedback efektivitas program, kesesuaian pelatihan dan
penempatan kerja, dan lain sebagainya.
Dilansir dari Kompas.com , Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga
Hartarto menjelaskan, pendaftaran Kartu Pra Kerja dibuka April 2020.
"Kartu Pra Kerja ini tahap awalnya akan dilakukan untuk sosialisasi ke masyarakat.
Dan dua minggu dari sekarang, kami harapkan sudah bisa masyarakat memilih dan
mempelajari sehingga bisa memutuskan akan ikut pelatihan di mana. Dua minggu
dari sekarang pendaftaran akan dibuka," ujar Airlangga.
Untuk diketahui, Kartu Pra Kerja ditujukan bagi penduduk usia kerja yang sedang
mencari kerja atau yang sedang tidak mencari namun ingin berganti profesi, buruh,
karyawan, korban PHK, lulusan SMA atau SMK dengan usia minimal 18 tahun ke
atas.
Pemerintah memprioritaskan program ini untuk pencari kerja muda, namun tidak
untuk yang sedang bersekolah atau duduk di bangku kuliah.
Airlangga pun menjelaskan, biaya pelatihan yang akan ditanggung pemerintah
melalui kartu pra kerja ber Nantinya, pemerintah akan membayarkan biaya
pelatihan tersebut kepada lembaga pelatihan melalui platform digital.
Hingga saat ini, terdapat delapan platform marketplace yang bakal menjadi
perantara antara lembaga pelatihan dan pencari kerja.
Kedelapan platform tersebut adalah Tokopedia, Bukalapak, Skill Academy by
Ruangguru, MauBelajarApa, HarukaEdu, PijarMahir, Sekolah.mu dan Sisnaker.
Selain mitra digital sebagai marketplace, pemerintah juga bekerja sama dengan tiga
mitra pembayaran yaitu BNI, OVO dan LinkAja.
"Dengan 11 mitra mulai pendaftaran, pemilihan pelatihan dan pembayaran insentif
pasca pelatihan sudah bisa dilakukan. Pelatihan baik online, offline, hybrid bisa
model three in one, two in one atau satu pealtihan saja," jelas Airlangga.
Namun demikian, dengan situasi wabah virus corona (Covid-19), saat ini pemerintah
membatasi hanya empat lokasi saja yang bisa menyelenggarakan pelatihan secara
offline, yaitu Kepulauan Riau, Bali, Sulawesi Utara, dan Surabaya.
"Dan khusus pelatihan-pelatihan offline dalam tahap awal ini per kelas dibatasi
maksimal 20 orang, mencegah apa yang terjadi hari ini terkait corona, kita batasi
pelatihan yang sifatnya offline," jelas Airlangga.
(Tribunnews.com/Yurika Nendri)(Kompas.com/Muhammad Idris).
Page 94 of 121.

