Page 57 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 AGUSTUS 2019
P. 57
Title 5 TAHUN TERAKHIR, REALISASI PEMBUKAAN LAPANGAN KERJA BARU LAMPAUI TARGET
Media Name bisnis.com
Pub. Date 27 Agustus 2019
https://ekonomi.bisnis.com/read/20190827/12/1141509/5-tahun-terakhir-r ealisasi-
Page/URL
pembukaan-lapangan-kerja-baru-lampaui-target
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
5 TAHUN TERAKHIR, REALISASI PEMBUKAAN LAPANGAN
KERJA BARU LAMPAUI TARGET
JAKARTA -- Plt. Dirjen Binapenta dan PKK Kementerian Ketenagakerjaan Edi
Purnama mengatakan sepanjanjang 2015--2019, total penciptaan lapangan kerja
baru telah mencapai 11,19 juta, melampaui yang ditargetkan sebanyak 10 juta
lapangan kerja.
"Dari lapangan kerja yang dibuka tentu menurunkan angka pengangguran saat ini
di angka 5,01% dimana ini merupakan angka pengangguran terendah dalam
sejarah Indonesia," ucapnya kepada Selasa (27/8/2019).
Menurutnya, upaya pembukaan lapangan kerja ini perlu kolaborasi berbagai pihak,
sinergi, kerja sama, serta berbagai terobosan dengan swasta. Pasalnya, tantangan
dunia ketenagakerjaan yang semakin kompleks dan berat ke depannya.
Selain itu, agar lapangan kerja yang ada dapat menyerap tenaga kerja secara
optimal perlu penguatan Informasi Pasar Kerja terkait data lowongan dan
penempatan tenaga kerja.
"Perlu ada kolaborasi dengan swasta untuk memikirkam dan dicari solusi bersama
untuk kelompok pekerja yang kompetensinya perlu disesuaikan dengan
perkembangan teknologi sebagai dampak dari Revolusi Industri 4.0," tutur Edi.
Pengamat Ketenagakerjaan dari Universitas Krisnadwipaya Payaman Simanjuntak
meyakini adanya perluasan lapangan kerja akan berdampak pada penurunan
pengangguran.
"Program 5 tahun selama ini membuka lapangan kerja secara informal dan usaha
mandiri, belum banyak pekerjaan formal," katanya.
Untuk 5 tahun ke depan, angkatan kerja baru diperkirakan lebih dari 10 juta orang
sehingga memang dubutuhkan 12,8 juta kesempatan kerja baru. Kendati demikian,
pemerintah diharapkan dapat membuka lapangan kerja formal terutama untuk
sektor padat karya yang dapat menyerap banyak tenaga kerja Oleh karena itu,
perlu mobilisasi investasi terutama investasi domestik yang lebih diarahkan pada
usaha-usaha substitusi impor.
Page 56 of 93.

